Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Agustus 2010

Jangan Jadi Mahasiswa Kupu-Kupu

1 komentar
Masa perkuliahan merupakan salah satu kunci penting dan krusial dalam meniti karier. Ketika kuliah, kita bisa menemukan bakat terbaik kita. Saat itu kita juga bisa menentukan apa yang menjadi semangat kita, serta mau jadi apa kita kelak.  

Hal tersebut disampaikan oleh Executive Vice President Marketing, Product & CRM PT Bakrie Telecom Tbk Ridzki D Kramadibrata saat mengisi seminar bertajuk The Secret of the Experiences di ruang Multimedia B1 Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Rabu 4 Agustus kemarin.

Dalam seminar yang digelar oleh Masyarakat Akuntansi Unpad sebagai rangkaian acara Career Development Center (CDC) tersebut Ridzki menambahkan, kegiatan nonakademik di luar kampus bisa membantu kita ketika mencari pekerjaan. “Jangan menjadi mahasiswa “kupu-kupu” (kuliah pulang-kuliah pulang). Banyak hal bisa dilakukan di luar kuliah yang akan menjadi bekal kita nanti. Dalam berorganisasi, kegiatan mengatur sebuah event, atau pengalaman kita bertemu serta bernegosiasi dengan orang-orang penting saat mengadakan seminar, akan berguna untuk sebuah proses mencari kerja nanti,” ungkap Ridzki seperti dikutip dari situs Unpad, Kamis (5/8/2010).

Alumnus FE Unpad angkatan 1986 ini mendorong para mahasiswa untuk aktif di luar kelas. Menurut Ridzki, kemampuan berbicara di depan orang (public speaking) serta pengalaman berorganisasi merupakan salah satu pertimbangan sebuah perusahaan dalam merekrut karyawan. Meski demikian, kesibukan di luar kampus tidak boleh dijadikan alasan nilai akademik kita buruk. Sebab, saat ini indeks prestasi kumulatif (IPK) yang bagus masih menjadi persyaratan utama rekrutmen karyawan di berbagai perusahaan.

Menurut Ridzki, saat ini bahasa Inggris juga menjadi kunci keberhasilan dalam pekerjaan. Dia juga menyarankan, sebaiknya tidak perlu berpikir panjang ketika datang kesempatan untuk bekerja. Selain itu, mencari pekerjaan sebelum lulus juga penting, jadi ketika lulus kita bisa langsung dapat kesempatan untuk mendapatkan kerja.

Senada dengan Ridzki, Managing Partner Wiloto Corporation Asia Pacific, Christovita Wiloto, menyatakan, pengalaman kegiatan kampus di luar kuliah akan sangat bermanafaat dalam menentukan karir kita ke depan. "Waktu kuliah nikmati kuliah, tapi harus ada plan atau rencara saat kuliah mau jadi apa kita. Dan ada tujuan dari setiap kegiatan yang diikuti, itu akan menjadi bekal yang luar biasa,” tutur Christovita.

Pakar Jepang Ikuti Seminar Nasional Thermofluid di UGM

0 komentar
Sebanyak 190 peserta yang terdiri dari kalangan akademisi, mahasiswa, praktisi industri, dan lembaga penelitian yang kompeten terhadap topik energi, seperti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengikuti seminar nasional Thermofluid yang digelar di Plaza KPTU Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), Kamis, 5 Agustus.  

Seminar yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Alumni dan Pengembangan Usaha Toni Atyanto Dharoko ini juga diikuti oleh tujuh pakar yang berasal Kyushu University, Kyoto University, serta beberapa industri dari Jepang.

Ketua Jurusan Teknik Mesin dan Industri FT UGM Suhanan menjelaskan, seminar nasional tahunan Thermofluid yang kedua ini diadakan oleh tiga laboratorium di lingkungan Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik UGM yaitu, Laboratorium Konversi Energi, Laboratorium Mekanika Fluida, dan Laboratorium Perpindahan Kalor dan Massa.

Seminar Nasional Thermofluid ini bertujuan sebagai wahana pertukaran informasi bagi para ilmuwan, akademisi dan insinyur tentang hasil-hasil penelitian terbaru, pengalaman operasional, metoda, solusi permasalahan  dan tantangan praktis masa depan di bidang thermal dan fluida.

“Diadakan sebagai sarana tukar informasi para ilmuwan terutama di bidang thermal dan fluida,” jelasnya.

Disamping dihadiri para pakar dalam dan Jepang seminar Thermofluid ini juga menghadirkan tiga keynote speaker yang berasal dari dalam dan luar negeri, di antaranya Prof Takamatsu Hiroshi dari Kyushu University , Prof Kouichi Miura dari Kyoto University, dan Ir Budi Basuki selaku Pesiden Direktur PT Medco E&P.

Para pembicara tersebut  berbicara mengenai Biotransport in Freezing of Cells, Coal Technology, dan Technology Challenges in Upstream Oil and Gas Industry . Sesuai dengan tujuan utama diadakannya Seminar Nasional Tahunan Thermofluid, seminar ini mengulas delapan topik dalam bidang Thermodinamika dan Mekanika Fluida yaitu, Thermodynamics, Multiphase Flow, Combustion Engineering, Energy and renewable Energy, Heat-Mass Transfer, Multiphase Flow and Turbulent Flow, Combustion Engineering and Internal Combustion Engine, dan Fluid Mechanics.


Sumber :okezone.com

Ada Taman Green Science Baru di UI

0 komentar
Universitas Indonesia (UI) secara resmi meluncurkan program Magister Herbal bersama produsen kosmetik Martha Tilaar. Acara yang dimulai dengan seminar Perkembangan Pemanfaatan Herbal Indonesia sebagai Pilihan dalam Pengobatan, ditutup dengan peresmian taman tanaman obat di Fakultas MIPA UI yang diberi nama Green Science Garden.

Peresmian taman dilakukan oleh Martha Tilaar serta Sekretaris Jendral Kementerian Kesehatan Ratna Rosita. Taman itu memiliki puluhan jenis tanaman obat dan dapat dimanfaatkan untuk penelitian para mahasiswa program Magister Herbal. Martha Tilaar mengatakan, tanaman obat saat ini tak hanya bisa dijadikan untuk obat, tetapi juga untuk estetika atau kosmetik.

“Selain bertujuan untuk kesehatan bisa juga untuk kosmetik, saya ucapkan selamat kepada rektor UI telah memiliki program pendidikan herbal dan mengapresiasi setinggi–tingginya usaha UI untuk kembali ke budaya lokal,” ujar Martha dalam sambutannya di Balai Sidang UI,

Martha menambahkan, jamu saat ini sudah menjadi pilihan dan langkah tepat untuk menunjang kesehatan. Hal itu didorong dengan banyaknya tanaman yang melimpah di Indonesia, sekaligus dukungan dari berbagai bidang seperti farmasi dan kedokteran.

“Program Magister Herbal di UI dapat memberikan pengetahuan soal obat tradisional, sekaligus mempertahankan keanekaragaman hayati, karena bukan hanya back to nature tapi harus live with nature,” tegasnya.

Mahasiswa UGM Jualan Batik Gunungkidul

0 komentar
Ada pemandangan berbeda di Hotel Phoenix. Di sana nampak puluhan pakaian batik berjajar untuk dipamerkan. Di sela jajaran batik tersebut, tampak berbagai hasil karya fotografi batik. Ya, itu merupakan bentuk apresiasi mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) Unit 27 Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membantu mempromosikan hasil produksi pakaian batik dari Paguyuban Batik Nur Giri Indah Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul.  

Koordinator mahasiswa unit 27 KKN-PPM UGM, Christa Adhi Tama, menuturkan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata mahasiswa untuk ikut membantu mempromosikan/memasarkan batik tradisional Gunungkidul yang saat ini sudah mulai meningkat pesat. Meski demikian, keberadaan batik, khususnya dari Paguyuban Nur Giri Indah Tancep, masih terkendala beberapa persoalan baik dari segi pengakuan maupun pemasaran.

“Belum banyak yang tahu soal kekhasan batik Tancep. Keunikan dari batik Tancep adalah pewarna yang digunakan untuk membatik yakni dengan menggunakan warna alami yang diambil dari alam seperti daun mahoni, biji jalawe, dan lain-lain,” kata Christa di sela-sela pameran, Kamis, 5 Agustus petang.

Christa menilai, para pengrajin batik Tancep sejauh ini juga masih sering dirugikan dari segi pengakuan. Masih ditemui pihak-pihak yang membeli batik Tancep dengan harga yang relatif murah, namun kemudian dijual dengan merek lain dengan harga lebih mahal.

Berangkat dari kondisi tersebut, 21 mahasiswa unit 27 KKN-PPM UGM mencoba membantu memberikan solusi  pemasaran. Mahasiswa-mahasiswa tersebut berasal dari berbagai jurusan yaitu Ilmu Komunikasi, Sosiatri, Geografi, Ekonomi, MIPA hingga Sastra. Selain dengan pameran mereka juga membuat brosur, leaflet serta memberikan penyuluhan dasar-dasar pemasaran dan membatik kepada masyarakat maupun pengrajin batik Nur Giri Indah.

“Karena berasal dari berbagai jurusan dan disiplin ilmu maka kita bisa melakukan dukungan dalam berbagai bentuk. Setelah selesai KKN pun kita upayakan untuk tetap terus melakukan pendampingan,” jelasnya.

Produk batik Nur Giri Indah antara lain berbagai macam batik tulis dan cap kombinasi yang meliputi kain, stola, kemeja, bantalan sofa, taplak, sprei bantal dan guling, sapu tangan dan produk lain seperti suvenir.

Sementara itu dosen pembimbing lapangan (DPL) mahasiswa unit 27 KKN-PPM UGM, Syafrizal, mendukung sepenuhnya kegiatan yang dilakukan mahasiswa. Kegiatan tersebut diyakini bisa ikut mendongkrak pemasaran batik Nur Giri Indah. Dengan cara-cara semacam ini diharapkan para pengrajin batik bisa melihat peluang pasar dan proses produksi dengan lebih baik lagi. Apalagi dalam perkembangannya batik tradisional asli seperti dari Nur Giri Indah ini berubah label.

“Berubah label menjadi batik tertentu entah itu dari Yogya atau Solo. Diharapkan dengan dukungan mahasiswa KKN UGM ini bisa terus dikembangkan dan ada keberlanjutan,” kata Syafrizal.

Kelompok batik warna alam Nur Giri Indah berdomisili di Dusun Sendangrejo, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul. Keberadaan kelompok ini tak lepas dari tangan dingin Ibu Sriharjoko yang akrab dipanggil Mbah Sri (60) yang sudah membatik sejak kecil. Perjalanan Mbah Sri membentuk kelompok batik warna alam Nur Giri Indah ini cukup terjal berliku. Di sela-sela rutinitas beliau menjadi buruh batik di Sumiharjo dan Winotosastro Yogyakarta, Mbah Sri ini mulai berpikir untuk mengajak tetangga sekitar rumah untuk mengerjakan batik meski hanya sebagai buruh -nyorek- saja.

Ketika warga sekitar menyambut kegiatan membatik ini dan menjadikannya sebagai pekerjaan utama, Mbah Sri kemudian mencoba bangkit dan berniat membentuk kelompok batik sendiri. Berbekal tekad dan semangat yang kuat inilah akhirnya keinginan Mbah Sri untuk membentuk kelompok batik terwujud. Pada 1992 kelompok batik warna alam Nur Giri Indah resmi berdiri hingga sekarang. Saat ini terdapat sekira 40 orang pembatik di Sendangrejo, 25 di antaranya adalah perempuan yang tergabung dalam Kelompok Nur Giri Indah. Produksi batik Nur Giri Indah telah tersebar di berbagai kota seperti Jakarta dan Bandung bahkan Jepang



Sumber : okezone.com

Program Magister Herbal UI Diarahkan untuk Riset

0 komentar
Universitas Indonesia (UI) mengklaim telah berhasil menjalankan program Magister Herbal dengan memiliki lebih dari 50 mahasiswa di program studi tersebut. UI sengaja hanya membuka program studi herbal bagi mahasiswa program Magister karena memang diarahkan untuk penelitian.

Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Rektorat UI Devie Rahmawati saat meresmikan taman obat tradisional Green Science Garden di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UI. Menurut Devie, program tersebut menunjukkan kepedulian UI terhadap budaya tradisional dan keanekaragaman hayati.

“Sudah ada 50 mahasiswa pada semester pertama ini. Antusiasme mereka cukup baik. Program ini memang untuk riset karena itu kami tidak buka program S1. Kita harus jadi orang Indonesia yang peduli budaya sendiri. Jadi, jika kita punya virusnya, kita juga harus jadi ahlinya. Saat ini kita harus fokus ke tanaman herbal,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (6/8/2010).

Devie menambahkan, setiap sarjana dari program studi apapun bebas mengambil program Magister Herbal di UI. UI, kata Devie, bertekad untuk menjadikan obat tradisional memiliki harga lebih murah dan memiliki khasiat lebih unggul dibanding obat modern.

“Mata kuliahnya tentang jamu, atau riset tanaman obat, karena kita ingin memudahkan masyarakat. Siapa tahu masyarakat bisa kembangkan sendiri di rumah. Jangan sampai membuat kita ketergantungan dengan industri dan obat modern. Sebenarnya, obat tradisional dapat unggul, tinggal membuat kemasan jadi menarik,” ujarnya.

Universitas Indonesia (UI) secara resmi meluncurkan program Magister Herbal bersama produsen kosmetik Martha Tilaar. Acara yang dimulai dengan seminar Perkembangan Pemanfaatan Herbal Indonesia Sebagai Pilihan Dalam Pengobatan, ditutup dengan peresmian taman tanaman obat di Fakultas MIPA UI yang diberi nama Green Science Garden.


Sumber :okezone.com

Rabu, 04 Agustus 2010

Tetap Perkaya Ilmu Meski Sudah Profesor

0 komentar
             JAKARTA - Seorang dosen harus tetap memperkaya ilmunya meski sudah meraih gelar tertinggi dalam dunia akademik sebagai profesor. Dia harus tetap melakukan learning to learn, dan membangun kapasitas pembelajarannya.

            "Misalnya di kelas mahasiswanya tidak paham apa yang diajarkan atau mahasiswa tersebut bosan dengan sistem pengajarannya, seharusnya hal tersebut bisa dijadikan untuk mengevaluasi bagaimana sistem pengajarannya. Ditemukan solusi agar mahasiswa paham dan tidak bosan dengan apa yang diajarkan,” papar Heru Kurnianto Tjahjono seperti dikutip dari situs Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (27/7/2010).

            Dalam mengajar, Heru selalu berusaha melengkapi materi yang akan dia sampaikan seperti dengan menambahkan hasil-hasil penelitian yang dia lakukan. Baru-baru ini, Heru memperoleh gelar Profesor Bidang Manajemen Sumber Manusia (MSDM) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI). Bidang MSDM yang digeluti Heru mengkaji bagaimana membangun kapasitas SDM dalam sebuah organisasi. Proses manajemen ini meliputi rekrutmen, maintenance, pengembangan, hingga analisis SDM yang ada.

            Sebagai seorang dosen, Heru berkomitmen untuk terus membagi ilmu kepada mahasiswanya. Tidak hanya itu, pria yang belum genap 40 tahun ini juga mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi maupun berargumentasi di kelas.

           Menurut Heru, selain melengkapi materi perkuliahan, berbagai penelitian yang dilakukan seorang dosen merupakan aplikasi salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Seorang dosen harus melakukan pengajaran dan pendidikan, melaksanakan penelitian untuk memperkaya ilmunya, serta melakukan pengabdian masyarakat dengan menghubungkan dunia akademik kepada masyarakat," papar pria yang mulai menjadi dosen pada 1 April 2001 tersebut.

           Direktur Magister Manajemen (MM) UMY ini menambahkan, poin penting bagi seorang dosen adalah ketika dia mengajar dan juga melakukan penelitian. Dengan demikian kajian yang disampaikan ke mahasiswanya menjadi lebih mendalam. "Selain itu dengan penelitian-penelitian yang dilakukan akan semakin menguatkan penjelasan ilmu yang diajarkan kepada mahasiswa,” pungkasnya.

            Selain mengajar, Heru aktif dalam berbagai seminar internasional dan menulis untuk berbagai jurnal ilmiah internasional seperti di Amerika Serikat, China, dan Taiwan. Dia bahkan pernah terpilih sebagai ketua sidang dalam sebuah konferensi internasional di Taiwan.

Program Magang UGM - PT SEI Indonesia

0 komentar
              Mahasiswa vokasi jurusan Teknik Elektro dan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) kini bisa magang di PT System Engineering Integrator Indonesia (PT SEI-Indonesia). Penandatanganan kerja sama antara UGM dengan PT SEI Indonesia dilakukan hari ini, Rabu (4/8/2010), antara caretaker Sekolah Vokasi UGM Fatchan Nurochmad dengan Direktur Utama PT SEI Indonesisa Daniel Joseph Pisanelli.  

              Fatchan mengatakan, kerja sama ini merupakan kerja sama magang khususnya bagi mahasiswa vokasi UGM jurusan Teknik Elektro dan Teknik Mesin. “Dengan program magang ini diharapkan ada proses transfer, pertukaran dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang desain dan mesin mahasiswa kita,” kata Fatchan, di ruang sidang pimpinan UGM, Rabu (4/8/2010).

             Fatchan menambahkan, program magang di PT SEI ini diperuntukkan bagi mahasiswa sekolah Vokasi UGM yang minimal berada di semester kelima. Selain magang, terbuka juga peluang bagi mahasiswa berprestasi sekolah vokasi UGM untuk bisa bekerja di PT SEI. “Jadi selain magang bagi mahasiswa vokasi yang berprestasi nantinya bisa bekerja di PT SEI ini setelah lulus,” imbuhnya.

             Sementara itu, Daniel mengatakan, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan UGM ke PT SEI April lalu. Pihaknya juga menyambut baik kerja sama dengan UGM mengingat mahasiswa maupun lulusan UGM yang berkualitas dan kompeten terutama di bidang elektro dan mesin. “Kita menyambut baik kerja sama dengan UGM guna meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM di perusahaan kami,” kata Daniel.

             Kerja sama dengan UGM merupakan kerja sama keempat setelah sebelumnya juga menjalin kerja sama dengan beberapa kampus lain. PT SEI adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa support otomotif engineering dan telah banyak bekerjasama dengan  perusahaan otomotif di Indonesia

Sumber : okezone.com