Tampilkan postingan dengan label Cyber. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cyber. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Maret 2011

Video Mesum Raffi Ahmad dan Yuni Shara | Modus Phising

1 komentar
'Video Mesum Raffi Ahmad dan Yuni Shara | Modus Phising - Phising atau pencurian data sensitif yang dilakukan di Facebook dengan mengandalkan nama beken selebritis mulai mewabah. Apalagi yang diiming-imingi adalah video mesum. Nama Raffi Ahmad dan Yuni Shara pun didompleng untuk aksi kejahatan cyber ini.

Modus yang digunakan biasanya menggunakan sarana chatting di Facebook. Pelaku menyebar pesan di fasilitas chatting tersebut dengan pancingan yang tentunya menggoda mereka yang penasaran.

"lihat video mesum raffi ahmad ma yuni zhara. yg tertangkap salah satu camera CCTV di salah satu hotel di jakarta. nich situs/web videos : http://www.video-sex-party-indonesia.such.******/. kalau udah lihat langsung di hapus ya.....," tulisnya.

Jelas saja url di atas merupakan situs palsu yang cuma digunakan sebagai rayuan agar si penerima pesan masuk ke situs yang dimaksud. Setelah masuk, maka akan ada situs yang tampilannya mirip dengan Facebook.

Di sini, user diminta memasukkan username dan password akun Facebooknya. Nah, di bagian inilah pencurian informasi terjadi, data yang dimasukkan tersebut direkam ke situs palsu yang tampilannya mirip Facebook tersebut. Dan ketika log-in, user malah dibawa ke halaman situs porno dengan rentetan konten mesum di dalamnya.

Bagi mereka yang sudah terlanjur tertipu masalah belum selesai sampai di sini. Sebab, akun Facebook mereka selanjutnya bakal dikendalikan oleh si penjahat cyber.

Buktinya, detikINET pernah mendapat kiriman pesan serupa. Namun ketika ditanyakan langsung ke pemilik akunnya, ia mengaku tak pernah mengirimkan pesan apa-apa.

Pakar antivirus dari Vaksincom Alfons Tanudjaya mengatakan, dari domain yang digunakan ini merupakan aksi phising lokal. Pelaku selanjutnya menjalankan modus yang 'meminta tolong atau sumbangan sejumlah uang kepada temannya' dengan berbekal id akun Facebook korban.

Meski demikian, belum diketahui jumlah korban akibat penipuan tersebut. Namun dilihat dari banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan Facebook, bukan tidak mungkin penipuan ini bakal menelan korban.

"Korban finansial dari modus ini belum ada, tapi usaha-usaha sudah banyak sekali," tandas Alfons, kepada detikINET.

Sungguh bahaya bukan? Untuk itu, bagi user yang merasa sudah menjadi korban aksi ini disarankan segera mengubah password akun Facebooknya. Selain itu, jangan lagi dengan mudahnya tertipu tawaran-tawaran serupa, apalagi dengan dalih video mesum artis! (sumber: detikinet.com)

Rabu, 17 November 2010

Kejahatan di internet (CYBER CRIME)

0 komentar
Indonesia bukan hanya terkenal sebagai negara terkorup di dunia, melainkan juga Negara dengan carder tertinggi di muka bumi, setelah Ukrania. Carder adalah penjahat di internet, yang membeli barang di toko maya (online shoping) dengan memakai kartu kredit milik orang lain.

Meski pengguna internet Indonesia masih sedikit dibanding negara Asia Tenggara lainnya, apalagi dibanding Asia atau negara-negara maju, nama warga Indonesia di internet sudah “ngetop” dan tercemar! Indonesia masuk blacklist di sejumlah online shoping ternama, khususnya di amazon.com dan ebay.com

Kartu kredit asal Indonesia diawasi bahkan diblokir. Sesungguhnya, sebagai media komunikasi yang baru, internet memberikan sejuta manfaat dan kemudahan kepada pemakainya.
 
Namun internet juga mengundang ekses negatif, dalam berbagai tindak kejahatan yang menggloblal. Misalnya, tindak penyebaran produk pornorgrafi, pedofilia, perjudian, sampah (spam), bermacam virus, sabotase, dan aneka penipuan, seperti carding, phising, spamming, dll. Yang gawat, nama negara terseret karenanya.

Berikut sejumlah jenis kejahatan via internet :

CARDING

Carding adalah berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencuri data di internet. Sebutan pelakunya adalah Carder. Sebutan lain untuk kejahatan jenis ini adalah cyberfroud alias penipuan di dunia maya. Menurut riset Clear Commerce Inc, perusahaan teknologi informasi yang berbasis di Texas – AS , Indonesia memiliki carder terbanyak kedua di dunia setelah Ukrania. Sebanyak 20 persen transaksi melalui internet dari Indonesia adalah hasil carding. Akibatnya, banyak situs belanja online yang memblokir IP atau internet protocol (alamat komputer internet) asal Indonesia. Kalau kita belanja online, formulir pembelian online shop tidak mencantumkan nama negara Indonesia. Artinya konsumen Indonesia tidak diperbolehkan belanja di situs itu.

Menurut pengamatan ICT Watch, lembaga yang mengamati dunia internet di Indonesia, para carder kini beroperasi semakin jauh, dengan melakukan penipuan melalui ruang-ruang chatting di mIRC. Caranya para carder menawarkan barang-barang seolah-olah hasil carding-nya dengan harga murah di channel. Misalnya, laptop dijual seharga Rp 1.000.000. Setelah ada yang berminat, carder meminta pembeli mengirim uang ke rekeningnya. Uang didapat, tapi barang tak pernah dikirimkan.

HACKING

Hacking adalah kegiatan menerobos program komputer milik orang/pihak lain. Hacker adalah orang yang gemar ngoprek komputer, memiliki keahlian membuat dan membaca program tertentu, dan terobsesi mengamati keamanan (security)-nya. Hacker memiliki wajah ganda; ada yang budiman ada yang pencoleng.

Hacker Budiman memberi tahu kepada programer yang komputernya diterobos, akan adanya kelemahan-kelemahan pada program yang dibuat, sehingga bisa “bocor”, agar segera diperbaiki. Sedangkan, hacker pencoleng, menerobos program orang lain untuk merusak dan mencuri datanya.

CRACKING

Cracking adalah hacking untuk tujuan jahat. Sebutan untuk cracker adalah hacker bertopi hitam (black hat hacker). Berbeda dengan carder yang hanya mengintip kartu kredit, cracker mengintip simpanan para nasabah di berbagai bank atau pusat data sensitif lainnya untuk keuntungan diri sendiri. Meski sama-sama menerobos keamanan komputer orang lain, hacker lebih fokus pada prosesnya. Sedangkan cracker lebih fokus untuk menikmati hasilnya. Kasus kemarin, FBI bekerja sama dengan polisi Belanda dan polisi Australia menangkap seorang cracker remaja yang telah menerobos 50 ribu komputer dan mengintip 1,3 juta rekening berbagai bank di dunia. Dengan aksinya, cracker bernama Owen Thor Walker itu telah meraup uang sebanyak Rp1,8 triliun. Cracker 18 tahun yang masih duduk di bangku SMA itu tertangkap setelah aktivitas kriminalnya di dunia maya diselidiki sejak 2006.

DEFACING

Defacing adalah kegiatan mengubah halaman situs/website pihak lain, seperti yang terjadi pada situs Menkominfo dan Partai Golkar, BI baru-baru ini dan situs KPU saat pemilu 2004 lalu. Tindakan deface ada yang semata-mata iseng, unjuk kebolehan, pamer kemampuan membuat program, tapi ada juga yang jahat, untuk mencuri data dan dijual kepada pihak lain.

PHISING

Phising adalah kegiatan memancing pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website yang sudah di-deface. Phising biasanya diarahkan kepada pengguna online banking. Isian data pemakai dan password yang vital yang telah dikirim akhirnya akan menjadi milik penjahat tersebut dan digunakan untuk belanja dengan kartu kredit atau uang rekening milik korbannya.

SPAMMING

Spamming adalah pengiriman berita atau iklan lewat surat elektronik (e-mail) yang tak dikehendaki. Spam sering disebut juga sebagai bulk email atau junk e-mail alias “sampah”. Meski demikian, banyak yang terkena dan menjadi korbannya. Yang paling banyak adalah pengiriman e-mail dapat hadiah, lotere, atau orang yang mengaku punya rekening di bank di Afrika atau Timur Tengah, minta bantuan netters untuk mencairkan, dengan janji bagi hasil. Kemudian korban diminta nomor rekeningnya, dan mengirim uang/dana sebagai pemancing, tentunya dalam mata uang dolar AS, dan belakangan tak ada kabarnya lagi. Seorang rector universitas swasta di Indonesia pernah diberitakan tertipu hingga Rp1 miliar dalam karena spaming seperti ini.

MALWARE

Malware adalah program komputer yang mencari kelemahan dari suatu software. Umumnya malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau operating system. Malware terdiri dari berbagai macam, yaitu: virus, worm, trojan horse, adware, browser hijacker, dll. Di pasaran alat-alat komputer dan toko perangkat lunak (software) memang telah tersedia antispam dan anti virus, dan anti malware . Meski demikian, bagi yang tak waspadai selalu ada yang kena. Karena pembuat virus dan malware umumnya terus kreatif dan produktif dalam membuat program untuk mengerjai korban-korbannya.


Sabtu, 13 November 2010

Hacker Terseksi Sedunia Diancam 40 Tahun penjara

0 komentar

Hacker Terseksi Sedunia Diancam 40 Tahun penjara

Siapa yang mengira dibalik kecantikan dan otak encernya, Kristina Svechinskaya menjadi dalang pencurian uang senilai US$35 juta dari rekening bank di Amerika Serikat. Modusnya, dengan menggunakan virus komputer.

Berkat kelakuannya, ia mendapat predikat 'hacker paling seksi sedunia'. Ia bahkan disejajarkan dengan mata-mata cantik, Anna Chapman, yang sempat mengebohkan dunia. Apalagi, dua wanita menarik ini sama-sama berasal dari Rusia.


Dalam menjalankan aksinya, Svechinskaya bekerja bersama 37 hacker lainnya.

Gadis berusia 21 tahun itu saat ini ditahan di New York. Svechinskaya memanfaatkan virus 'Zeus Trojan' dan malware lainnya untuk membajak komputer orang lain.

Lalu, secara rahasia, para hacker komplotannya memantau aktivitas komputer korban, mencuri nomor rekening bank dan password. Dengan modal itu, mereka lalu mengambil uang jutaan dolar dari rekening korban. 

Seperti dimuat situs Daily Mail, Rabu 13 Oktober 2010, uang hasil curian itu lalu ditransfer ke ratusan rekening bank palsu milik perantara  di Amerika Serikat yang menerima dan mencuci uang hasil kejahatan cyber.

Svechinskaya juga berperan sebagai perantara yang mendapatkan komisi 10 persen dari uang curian yang ditransfer oleh hacker lainnya.

Svechinskaya punya sedikitnya lima rekening atas nama sendiri dan beberapa alias, di antaranya Anastasia Opokina dan Svetlana Makarova.

Kini, si cantik nan seksi itu diancam pidana 40 tahun dalam sel yang dingin atas dugaan kasus persekongkolan pembobolan bank dan menggunakan paspor palsu.

Jaksa Manhattan, Preet Bharara, mengungkapkan era digital membawa serta banyak manfaat, tetapi juga banyak tantangan untuk penegakan hukum dan lembaga keuangan.

"Penangkapan ini menunjukkan, pembobol bank modern tak lagi memerlukan senjata, masker, atau mobil untuk melarikan diri seperti perampokan konvensional."

"Ini hanya memerlukan internet dan kecerdikan, hanya dalam sekejap mata dengan cara meng-klik mouse," ucapnya. 

Source : Viva News

Senin, 16 Agustus 2010

71 Situs Indonesia Dikerjai Hacker

0 komentar
Menjelang peringatan kemerdekaan ke-65 Republik Indonesia, hacker atau peretas dari Indonesia justru bikin ulah di puluhan situs yang mayoritas milik lembaga resmi di Indonesia.

Mereka meninggalkan pesan begini, "DIRGAHAYU INDONESIA TANAH AIR PUSAKA JAYALAH BANGSAKU,JAYALAH NEGERIKU.. MERDEKA!!"

Aksi itu dimotori peretas yang menyebut diri Aria Killnine a.k.a arianom, pendiri komunitas KiLL-9 CrEw dengan situsnya di Www.KiLL-9.Tk.

Daftar situs yang diretas terlihat di bawah nanti. Tetapi, mengapa pula justru menyerang situs milik anak bangsa sendiri?

Kompasianer Rakhjib Martapianur memberitahu, "Mereka tidak melakukan perusakan terhadap site-site tersebut. Mereka hanya menitipkan file, sekaligus mengingatkan para admin site tersebut bahwa site yang mereka kelola rentan terhadap serangan oleh hacker-hacker luar Indonesia."

Rakhjib Martapianur mengakui, informasi itu diketahuinya dari temannya yang bergelut di dunia hacking. Dan, inilah daftar situs yang dititipi pesan-pesan dari peretas itu:
1.    http://semestaberjaya.com/indonesiaku.php 
2.    http://fs.uns.ac.id/indonesia.php 
3.    http://unj.ac.id/indonesia.php 
4.    http://www.unand.ac.id/foto/indonesia.htm
5.    http://el82itb.org/indonesia.htm 
6.    http://unhalu.ac.id/staff/indonesia.htm
7.    http://www.adhiguna.ac.id/indonesia.htm
8.    http://www.stikes-insan-seagung.ac.id/indonesia.htm
9.    http://www.himsya.ac.id/indonesia.htm 
10.    http://www.poltekpos.ac.id/indonesia.htm 
11.    http://informatika.uin-malang.ac.id/COPYRIGHT.php 
12.    http://www.mar-eng.its.ac.id/ina/akademik/admin/foto_berita/indonesia.htm 
13.    http://kaltimprov.go.id/indonesia.php 
14.    http://pengadilan.net/indonesia.php 
15.    http://bkp.deptan.go.id/indonesia.htm 
16.    http://kemenegpora.go.id/merdeka.html 
17.    http://sifa.kemenegpora.go.id/merdeka.html 
18.    http://www.lsf.go.id/merdeka.html 
19.    http://pekalongankota.go.id/merdeka.html 
20.    http://bpphp1.dephut.go.id/merdeka.html
21.    http://bpphp2.dephut.go.id/merdeka.html 
22.    http://bpphp3.dephut.go.id/merdeka.html 
23.    http://bpphp4.dephut.go.id/merdeka.html 
24.    http://bpphp5.dephut.go.id/merdeka.html
25.    http://bpphp6.dephut.go.id/merdeka.html 
26.    http://bpphp8.dephut.go.id/merdeka.html
27.    http://bpphp9.dephut.go.id/merdeka.html 
28.    http://bpphp10.dephut.go.id/merdeka.html
29.    http://manmajenang.sch.id/files/indonesia.php 
30.    http://spma-samarinda.sch.id/indonesia.htm 
31.    http://smkn1kalasan.sch.id/merdeka.html 
32.    http://smkn1madiun.sch.id/merdeka.html
33.    http://robbirodliyya.sch.id/merdeka.html 
34.    http://smkypesampang.sch.id/merdeka.html 
35.    http://www.smpn3kpj.sch.id/merdeka.html 
36.    http://www.majesa.sch.id/merdeka.html 
37.    http://smkypkpwk.sch.id/merdeka.html 
38.    http://smpn5cirebon.sch.id/merdeka.html 
39.    http://smpn2balen.sch.id/merdeka.html 
40.    http://smpn1oku.sch.id/merdeka.html 
41.    http://smkn6palembang.sch.id/merdeka.html 
42.    http://smpn4gm.sch.id/merdeka.html 
43.    http://smpn5lht.sch.id/merdeka.html 
44.    http://manhokut.sch.id/merdeka.html 
45.    http://mtsdarussalampkp.sch.id/merdeka.html
46.    http://smkn1barru.sch.id/merdeka.html 
47.    http://sman3bantul.sch.id/merdeka.html 
48.    http://sman1cepu.sch.id/merdeka.html 
49.    http://smpn1piyungan-btl.sch.id/merdeka.html 
50.    http://www.smansa-mjl.sch.id/merdeka.html
51.    http://smp1pra-bws.sch.id/merdeka.html 
52.    http://smpn13bdg.sch.id/merdeka.html
53.    http://smpn1panumbangan.sch.id/merdeka.html 
54.    http://smpmuh-ckn.sch.id/merdeka.html
55.    http://smkkpbe-bdg.sch.id/merdeka.html 
56.    http://sditalamysubang.sch.id/merdeka.html
57.    http://sdnbjs2bdg.sch.id/merdeka.html 
58.    http://www.smaplusbanyuasin.sch.id/merdeka.html
59.    http://www.smkn1samarinda.com/merdeka.html 
60.    http://akademik.sma-alirsyad-clp.sch.id/merdeka.html
61.    http://sma-alirsyad-clp.sch.id/merdeka.html 
62.    http://www.majesa.sch.id/merdeka.html 
63.    http://www.bellarminus-bks.sch.id/merdeka.html 
64.    http://sman2-wng.sch.id/merdeka.html 
65.    http://www.sma1pekalongan.sch.id/merdeka.html 
66.    http://kimomibutik.com/admin/foto_berita/indonesia.htm 
67.    http://www.smart-v-indonesia.com/indonesia.php 
68.    http://kabar-kini.com/indonesia.htm 
69.    http://semestaberjaya.com/indonesia.php 
70.    http://tikjo.my-php.net/indonesia.php 
71.    http://www.pusatk3hiperkes.com/indonesia.htm

Sabtu, 07 Agustus 2010

Al Qaeda Menyerang Lewat Internet

0 komentar
Badan Intelejen Amerika Serikat FBI memperingatkan mengenai adanya serangan yang dilakukan Al Qaeda melalui internet.

Tidak hanya itu, dikatakan oleh Direktur FBI Robert Mueller, kelompok yang disebut AS sebagai teroris tersebut tengah memanfaatkan internet untuk mendapatkan dukungan dari pengikutnya, sekaligus merekut anggota baru.

"Jaringan Al Qaeda telah menggunakan internet untuk merekut anggota baru dan memanfaatkannya untuk menghasut dari visi radikal yang mereka punya," terang Mueller, dikutip dari Tg Daily.

Ditambahkan olehnya, serangan Estonia di 2007 dan Georgia pada 2008 lalu merupakan serangan cyber ini mampu melumpuhkan bank, jaringan telepon, stasiun pengisian bahan bakar, institusi pemerintah dan lainnya.

"Kita harus berkerjasama dalam menangkal serangan seperti itu, karena tidak selamanya keamanan akan tahan digempur," tambahnya.

Untuk itulah, Mueller meminta agar warga dunia untuk waspada terhadap segala bentuk kegiatan yang mencurigakan di dunia maya, terutama yang terkait dengan serangan teroris.



Kepolisian Bulgaria Blokir Situs Terkait Cyber Crime

0 komentar
Industri hiburan di Bulgaria terus melanjutkan misi mereka untuk memberantas illegal filesharing di negara tersebut.

Empat situs telah ditutup di Bulgaria setelah adanya penyelidikan selama berbulan-bulan oleh unit khusus kejahatan dunia maya. Aksi ini dilakukan setelah sebelumnya ada keluhan dari Asosiasi Produser Musik Bulgaria (BAMP) terkait penggunaan file musik ilegal.

"Misi ini menunjukan jumlah dan keuntungan yang besar dari para kriminal yang terlibat. Hal ini juga menunjukan betapa besarnya masalah pembajakan di Bulgaria," ujar Direktur Eksekutif dari BAMP Ina Kileva, seperti dikutip dari Computer Active.

Sudah diumumkan bahwa nanoset.net, rapidadd, 4storing.com dan afasta.com ternyata dijalankan oleh jaringan sindikat kejahatan yang terorganisir dan secara ilegal mendistribusikan buku, film, game, musik dan software bajakan dalam skala besar.

Kepolisian Bulgaria percaya bahwa pengguna membayar sekira 2,5 juta Euro untuk mengakses situs-situs tersebut dan pendapatan mereka juga meningkat karena pemasukan iklan.

"Hal ini menyusahkan para pencipta musik dan para musisi, membuat sulit untuk membangun pasar musik digital yang legal. Para petugas dari Unit Kejahatan Digital diberi ucapan selamat karena kerja mereka dalam mempertahankan hak kekayaan intelektual. Dengan aksi-aksi tersebutlah, Bulgaria bisa mengembangkan ekonomi digital di masa yang akan datang," tambah Ina Kileva.

Pada tanggal 29 Juli, para penyidik telah menemukan beberapa penyedia layanan internet memiliki server yang berisi lebih dari 120 terabit konten tanpa lisensi resmi, yang sama dengan 200.000 keping CD



Pakistan Ringkus Kelompok Hacker Timur Tengah

0 komentar
Pihak otoritas Pakistan mengumumkan telah berhasil menangkap sedikitnya 5 orang yang diduga terlibat dalam kelompok hacker internasional.

Menurut mereka, jaringan kelompok ini sudah beraksi sejak lama, dan mereka sudah merusak ribuan situs nasional maupun internasional. Selain merusak laman situs, mereka juga teridentifikasi sering melakukan penipuan secara online.

"Lima orang yang kami tangkap berasal dari salah satu kelompok yang teridentifikasi bernama Pakbugs. Kami menangkapnya saat melakukan operasi bersama dengan negara-negara lain," terang pejabat Federal Investigation Agency (FIA) Mian Idrees, seperti yang dilansir AFP, Senin (12/7/2010).

Selain menangkap lima anggota kelompok hacker internasional tersebut, pihak yang berwenang juga melakukan penyitaan terhadap berbagai macam peralatan yang digunakan oleh penjahat cyber tersebut dalam menjalankan aksinya.

"Kelompok ini terlibat dalam pembajakan atau perusakan ribuan web milik pemerintah, non-pemerintah dan organisasi internasional. Mereka juga terlibat dalam penipuan kartu kartu kredit," tambah Idrees.

Dari hasil investigasi diketahui, kalau kelompok hacker Pakbugs berbasis di Arab Saudi dan didirikan oleh awad Ehsan alias Humza. Namun demikian, pihak berwajib memastikan tidak ada hubungannya antara kelompok hacker ini dengan terorisme cyber.


Penjahat Cyber Mulai Incar Gamers

0 komentar
Penjahat cyber kini mulai membidik para pemain game. Di Singapura terdapat dua virus berbahaya yang menyusup ke dalam komputer gamer.

Dilansir melalui Straits Times, perusahaan jaringan keamanan komputer Symantec menemukan adanya dua buah software berbahaya yang dapat merusak komputer para pemain game dan mencuri data penting gamer.

"Dua buah virus berbahaya itu beroperasi dengan proses yang berbeda, yang satu memiliki kode nama Gammima sedangkan lainnya berkode Gampass," ujar analis keamanan jaringan di Symantec.

Dijelaskannya, Gammima merupakan sejenis worm yang mampu meloncat ke dalam PC milik gamer ketika USB Flash yang terinfeksi dicolokkan ke dalam drive yang ada.

Sekali masuk ke dalam PC, semua virus yang ada akan terkopi secara otomatis ke dalam hard disk atau drive yang terkoneksi ke komputer, mulai dari drive C hingga Z, termasuk flash drive apa saja.

Sedangkan Gampass dapat menginfeksi jika PC yang digunakan mengunjungi situs yang berisi malware. Cara kerjanya mirip dengan malware yang tersemat di situs, biasanya akan memerintahkan pengguna PC untuk mendownload sebuah software.

Hebatnya, virus ini bekerja cukup rapi sehingga pengguna PC pun tidak akan menyadari jika jaringannya telah terinfeksi. Bahkan layar monitor juga tidak akan menunjukkan gejala 'sakit'.

Kedua virus ini dipercaya akan mengambil data-data penting milik gamer, termasuk nama log-in dan password yang ada. Bahkan jejak aktivitas yang dilakukan dalam PC tersebut akan terekam oleh virus tersebut.


Nama FBI Picu Kenaikan Cyber Crime

0 komentar
FBI selalu berteriak mengenai ancaman kejahatan internet yang makin marak di dunia maya. Namun lucunya, nama FBI malah membuat cyber crime meningkat 20 persen.

Sebuah laporan yang dikeluarkan Internet Crime Complaint Center menemukan bahwa, korban kejahatan di dunia maya yang menggunakan scam melonjak menjadi 20 persen.

Sebagian besar dari pengguna yang terjebak tersebut mendapatkan email palsu. Mereka terperangkap karena merasa yakin, setelah dalam pesan elektronik tersebut selalu menyebutkan nama FBI.

Kasus ini sendiri sudah mencapai angka 16 persen dari 300.000 lebih keluhan yang masuk tahun lalu. Demikian yang dilansir melalui PC World.
Para korban scam ini mengatakan, mereka mendapat email yang mengatasnamakan Direktur Robert Mueller dari FBI, yang meminta dikirimkan sejumlah uang. Bahkan, kasus pencatutan nama ini telah menyebabkan kerugian hingga USD100 ribu.

Untuk itulah, juru bicara FBI menegaskan agar pengguna internet tidak terbujuk oleh email yang mengaku-ngaku tersebut. Apalagi sebelumnya, nama Presiden AS Obama juga pernah dicatut untuk aksi yang serupa.


Cyber Crime Lebih Bahaya Ketimbang Narkoba

0 komentar
Kejahatan di dunia maya tidak bisa dicegah lagi. Bahkan jumlahnya kini lebih besar ketimbang kasus peredaran narkoba.

"Saat ini ancaman kejahatan cyber sudah tidak bisa dicegah. Sepertinya sudah tidak ada cara untuk mencegahnya," ujar Amit Yoran, pimpinan konsultan IT dan direktur dari NetWitness Corporation.

Sepertinya ucapan dari ahli-ahli tersebut cukup menggambarkan tingkat urgensi dari keamanan internet saat ini. Demikian dikutip dari Discovery.

Yoran mengatakan hacker (peretas) sangat sulit untuk ditangkap. Biasanya mereka adalah para remaja yang melakukan hack hanya untuk pembuktian diri dan senang-senang saja.

Kumpulan penjahat yang terorganisir dan mata-mata pemerintah adalah ancaman sesungguhnya yang membuat angka kejahatan cyber lebih besar dari peredaran narkoba. Menurut konferensi di Fordham University, New York, kejahatan cyber semakin besar karena internet dan masyarakat semakin menyatu. Bahkan separuh aktifitas dunia dilakukan di internet.

Dunia perbisnisan nampaknya harus mulai waspada akan ancaman kejahatan cyber. Ini karena kebanyakan bisnis kecil tidak menggunakan software anti-virus.
"Kejahatan cyber itu tidak dibatasi oleh batas wilayah geografi," ujar Michael DuBose, kepala seksi kejahatan computer di Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

"Seorang hacker dari Rumania bisa saja duduk di ruang makannya, sambil meretas sistem jaringan keamanan Amerika Serikat," DuBose memberi perumpamaan.

Direktur asisten deputi divisi cyber FBI, Jeffrey Troy mengatakan jika kita semua harus beroperasi layaknya unit keamanan secara global untuk melawan mereka.

"Masih banyak Negara-negara yang belum memiliki hukum untuk dunia internet," tambah Troy