Tampilkan postingan dengan label Pemrograman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemrograman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 November 2010

Pengaturan teks pada HTML

0 komentar
Untuk mendapatkan halaman web yang baik Anda harus melakukan pengaturan terhadap teks seperti memilih jenis dan ukuran huruf, perataan, dll. Tag-tag di bawah ini yang biasa digunakan dalam pengaturan teks :
Headers: <Hn>..</Hn> Digunakan untuk mengatur ukuran huruf pada header. “n” mempunyai nilai antara 1 – 6 atau antara <H1> sampai <H6>, dengan <H1> merupakan ukuran terbesar dan <H6> merupakan ukuran terkecil.
Contoh :
<H2>Tutorial Html</H2>
Hasilnya akan terlihat seperti :

Tutorial Html

Paragraph Baru: <P> Digunakan untuk pindah alinea atau paragraf. Tag ini bisa diberi akhiran </P> tapi juga bisa tidak diberi.
Line Break: <BR> Digunakan untuk pindah ke baris baru.
No Line Break: <NOBR> Bila digunakan tag ini maka teks yang panjang tidak secara otomatis pindah baris bawahnya bila baris pertama sudah terlalu panjang.
Font <FONT> Untuk mendefinisikan berbagai attribut FONT, yaitu : SIZE, FACE, COLOR.
SIZE: Ukuran font yang digunakan, berkisar antara 1 – 7 dengan 1 merupakan ukuran terkecil dan 7 merupakan ukuran terbesar.
FACE: Jenis atau nama font. Anda bisa memilih maksimal 3 jenis font yang masing-masing dipisahkan oleh koma. Bila terdapat spasi yang terletak pada nama font maka harus digunakan tanda garis bawah ( _ ). Dalam memilih jenis font ini harus dipertimbangkan apakah font yang kita gunakan pada halaman web kita nantinya akan terdapat pada komputer pengguna yang lain (pengakses web kita). Pendeknya kita tidak usah menggunakan font-font yang bentuknya aneh-aneh, gunakan saja font standar. Tapi bila Anda ingin menggunakan font yang sedikit “aneh” Anda bisa menggunakan graphic.
COLOR: Warna font, didefinisikan dengan menggunakan nilai RGB/HEX atau bisa juga langsung menggunakan nama warna (red misalnya).
Contoh :
<FONT SIZE=4 FACE=”Verdana, Arial, Helvetica” COLOR=”#FF0000″>Contoh teks yang berwarna merah</FONT>
Hasilnya akan terlihat seperti :
Contoh teks yang berwarna merah
Contoh lainnya :
<FONT SIZE=2 FACE=”Times_New_Roman” COLOR=”#0066CC”>
Base Font: <BASEFONT> Digunakan untuk mendefinisikan “default text”. Attribut sama dengan attribut FONT. Tag FONT akan mengoverwrite setting pada BASEFONT.
Contoh :
<BASEFONT SIZE=2 FACE=”Arial,Helvetica” COLOR=”#FF0000″>
Selain tag dan atribut di atas, masih terdapat lagi tag-tag yang berhubungan dengan pengaturan teks, yaitu :
Perhatian : Semua tag di bawah ini membutuhkan tap penutup.
<B> Bold text
<I>
Italic text
<U>
Underscore
<TT>
Typewriter
<S> Strikeout – draws a line through the text
<PRE>
Preformatted Text <DFN> Definition
<BLINK> Text berkedip (lebih baik jangan digunakan)
<STRONG>
Strong
<br> Enter

<CITE> Digunakan untuk quoting text
<CODE>
Monospaced font (digunakan bila Anda ingin meletakkan (memperlihatkan) kode HTML pada dokumen HTML Anda)
<SAMP>
Monospaced font (digunakan bila Anda ingin meletakkan (memperlihatkan) kode HTML pada dokumen HTML Anda)
<KBD&gt;
Monospaced font (digunakan bila Anda ingin meletakkan (memperlihatkan) kode HTML pada dokumen HTML Anda)
<BIG>
Ukuran teks akan lebih besar satu ukuran
<SMALL>
Ukuran teks akan lebih kecil satu ukuran
<SUP> Membuat tekssuperscript
<SUB> membuat tekssub script
<ABBREV>
Abbreviations
<ACRONYM>
Untuk akronim
<PERSON>
Digunakan untuk indexing
<Q>
Membuat short inline quotation
<VAR>
Membuat variable name, selalu dalam italics.

Struktur dasar HTML

0 komentar
HTML (Hypert Text Markup Language) merupakan bahasa pemrograman yang digunakan dalam pembuatan halaman web. Dalam penggunaannya sebagian besar kode HTML tersebut harus terletak di antara tag kontainer. Yaitu diawali dengan <namatag> dan diakhiri dengan </namatag> (terdapat tanda “/”).
Sebuah halaman web minimal mempunyai empat buat tag, yaitu :
<HTML> Sebagai tanda awal dokumen HTML.
<HEAD> Sebagai informasi page header. Di dalam tag ini kita bisa meletakkan tag-tag TITLE, BASE, ISINDEX, LINK, SCRIPT, STYLE & META.
<TITLE> Sebagai titel atau judul halaman. Kalimat yang terletak di dalam tag ini akan muncul pada bagian paling atas browser Anda (pada title bar).
Contoh :
<TITLE>Belajar HTML | JOHAN JM</TITLE>
<BODY> Di dalam tag ini bisa diletakkan berbagai page attribute seperti warna latar belakang, warna teks, warna link, warna visited link, warna active link dan lain-lain.
Atribut :
BGCOLOR, BACKGROUND, TEXT, LINK, VLINK, ALINK, LEFTMARGIN & TOPMARGIN.
Contoh :
<BODY bgcolor="#000000" background="images/pcb.gif" text="#FFFFFF" link="#FF0000" vlink="FFFF00" alink="#0000FF">
Sebuah contoh sederhana dokumen HTML :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Halaman pembuka
</TITLE>
</HEAD>
<BODY bgcolor="#FFFFFF" background="images/gambar1.gif" text="#FF0000">
Letakkan text, images, dan link Anda di sini

</BODY>

</HTML>

Sekilas tentang HTML

0 komentar
Berbekal dari pertanyaan tetangga sebelah kost yang lagi kebingungan mau buatin tugas pacarnya tentang HTML. saya terinspirasi untuk mulai membahas pemrograman html di blog JOHAN JM ini. ya sambil download video dari youtube daripada gk ada kerja lain mending ane mulai dech posting ngebahas tentang HTML.

Sebelum kita melangkah lebih jauh ada baiknya Anda tahu apa itu HTML. HTML atau Hypertext Markup Language merupakan protokol yang digunakan untuk mentransfer data atau document dari web server ke browser kita (Internet Explorer, Netscape Navigator, NeoPlanet, dll). Nah, HTML inilah yang memungkinkan Anda menjelajah internet dan melihat halaman web yang menarik.

Sekarang ini di pasaran terdapat banyak sekali HTML authoring (software yang digunakan untuk membuat atau mendesain halaman web). Macromedia Dreamweaver, Adobe GoLive, MS FrontPage sekedar contohnya. Tetapi tanpa mengetahui dasar-dasarnya Anda tidak akan memperoleh hasil yang maksimal. Mengapa ? Karena walaupun software-software tersebut semakin menawarkan kemudahan dalam membuat halaman web, tetapi biasanya seseorang masih perlu untuk mengedit halaman web tersebut secara manual. Terutama untuk halaman web yang sangat komplek.


Dalam tutorial ini Anda akan kami ajak untuk mengetahui dasar-dasar dari desain web. Yang dibutuhkan hanya sebuah word processor. Anda bisa menggunakan Notepad, WordPad, MS Word atau yang lainnya. Tapi yang paling mudah adalah menggunakan Notepad.

untuk kelanjutan-nya tunggu dech postingan-postingan aneyang akan datang........

Sabtu, 13 November 2010

5 framework PHP yang cukup populer

0 komentar

5 framework PHP yang cukup populer

Saat ini isu seputar PHP framework merupakan salah satu topik yang ramai diperbincangkan di komunitas PHP. Pemakaian framework dalam pengembangan aplikasi web berbasis PHP diyakini lebih praktis dan menghemat waktu dibandingkan model tradisional.

Selain itu ada hal lain yang juga menarik untuk diperdebatkan, misalnya masalah sekuriti, validitas data, autentikasi user hingga dukungan teknologi AJAX yang sedang populer akhir-akhir ini.

Hingga saat ini ada lebih dari 20 framework PHP yang tersedia dan bisa didownload oleh pengguna di Internet. Jumlah tersebut kemungkinan masih akan bertambah mengingat PHP merupakan platform yang terbuka.

Namun demikian di artikel ini saya hanya akan membahas 5 framework PHP yang cukup populer, yaitu CakePHP, CodeIgniter, Prado, Symfony dan Zend Framework.
  1. CakePHP

    CakePHP mengadopsi konsep arsitektur MVC (Model View Controller) dan ORM (Object Relational Mapping). Aplikasi yang dibangun dengan CakePHP bisa dijalankan di PHP 4 maupun PHP 5. CakePHP juga mendukung berbagai database populer seperti MySQL, PostgreSQL, SQLite, MS SQL, DB 2, dan Oracle.

    Beberapa modul tambahan seperti Security, Session, Access Control List, dan Authentication memungkinkan kita membangun aplikasi dengan cepat dan mudah. Tak hanya itu, CakePHP juga mendukung JavaScript, AJAX, RSS, Email, dan XML yang sudah terintegrasi dalam core library-nya.

    Sayangnya saat ini dokumentasi yang disediakan CakePHP kurang begitu bagus. Meskipun demikian pertumbuhan komunitas yang mendukung CakePHP ini sangat pesat.


  2. CodeIgniter

    Seperti halnya CakePHP, CodeIgniter juga mendukung PHP 4 dan PHP 5. Selain itu CodeIgniter juga mengadopsi arsitektur MVC, namun tidak mendukung konsep ORM.

    CodeIgniter menyediakan banyak sekali modul yang siap pakai, misalnya saja Session Management, Email Sending, Image Manipulation Library, File Uploading, XML-RPC, Calendaring, dan masih banyak lagi yang lainnya.

    Satu hal yang cukup menarik di CodeIgniter adalah dokumentasi yang tersedia sangat banyak dan terorganisir dengan baik sekali.


  3. Prado

    Berbeda dengan kebanyakan web framework, Prado merupakan framework yang berbasis komponen dan event-driven. Konsepnya mirip sekali dengan pemrograman di Delphi dan ASP.Net. Komponen Prado sendiri merupakan gabungan dari file spesifikasi (dalam format XML), template HTML dan PHP class.

    Prado juga mendukung pemakaian berbagai database populer. Namun sayangnya Prado hanya mendukung PHP 5 saja. Pada awalnya PHP 4 juga didukung tapi pada rilis selanjutnya dukungan untuk PHP 4 dihilangkan.


  4. Symfony

    Symfony adalah framework web yang ditujukan untuk PHP 5. Selain itu Symfony juga kompatibel dengan berbagai sistem database. Sama seperti CakePHP dan CodeIgniter, Symfony juga menganut arsitektur MVC (Model View Controller).

    Dukungan untuk AJAX juga tersedia di framework Symfony ini. Dokumentasi yang disediakan cukup baik. Mungkin yang menjadi persoalan adalah proses instalasi dan konfigurasi cukup rumit bila dibandingkan dengan framework sebelumnya.


  5. Zend Framework

    Berdasarkan informasi dari situs resminya, disebutkan bahwa fokus dari Zend Framework ini adalah untuk membangun aplikasi berbasis Web 2.0 dan untuk memudahkan dalam mengakses API dari berbagai vendor seperti Google, Amazon, Yahoo!, dan Flickr.

    Tidak mengherankan jika Zend Framework menyediakan berbagai modul yang spesifik untuk Web 2.0, seperti AJAX, Syndication, Search, dan Web Services.
       


Mungkin yang menjadi pertanyaan adalah framework apa yang paling baik untuk membangun aplikasi web? Sulit sekali untuk menjawab pertanyaan semacam ini. Kenapa demikian? Karena setiap framework mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tidak ada satu solusi yang bisa dipakai untuk menyelesaikan semua persoalan. Jadi kita perlu mempertimbangkan kira-kira framework apa yang cocok dan paling pas untuk aplikasi yang ingin kita kembangkan. Atau barangkali kalau kita mau dan mempunyai waktu luang yang cukup banyak, tidak ada salahnya jika mengembangkan framework sendiri. Bagaimana menurut Anda?

Senin, 02 Agustus 2010

MIKROPROSESOR 8088

2 komentar
I. MIKROPROSESOR 8088
             Mikroprosesor 8088 mulai diperkenalkan oleh Intel Corporation pada tahun 1978. Mikroprosesor ini mengawali sejarah perkembangan mikroprosesor Intel selanjutnya, seperti 80186, 80286, 80386, 80486, Intel Pentium I, sampai yang sekarang Intel Pentium IV. Semua instruksi yang terdapat pada mikroprosesor 8088 sepenuhnya dapat dijalankan pada mikroprosesor-mikroprosesor Intel tersebut. Karena itu, untuk memahami perancangan hardware dan software pada PC sekarang, ada baiknya jika Anda lebih dahulu memahami perancangan hardware dan software pada mikroprosesor 8088 ini.

           Mikroprosesor 8088 mempunyai 8 bit jalur data dan 20 bit jalur alamat. Jalur data memiliki pin yang sama dengan jalur alamat, artinya pada saat tertentu digunakan sebagai jalur data dan pada saat yang lain digunakan sebagai jalur alamat. Karena satu pin memiliki dua fungsi, yaitu sebagai jalur data dan jalur alamat maka digunakanlah sistem time multiplexing, yaitu penggunaan jalur yang sama untuk fungsi dan waktu yang berbeda, sehingga tidak bisa data dan alamat dikirim pada saat yang bersamaan. Mikroprosesor 8088 dibuat dalam bentuk IC dengan kaki sebanyak 40 pin (jenis DIP 40). 

         Ada dua mode yang dapat digunakan pada mikroprosesor 8088, yaitu mode minimum dan mode maksimum. Pena yang menjadi penentu penggunaan mode adalah pena MN/MX. Mode minimum biasanya digunakan untuk sistem yang sederhana yang umumnya menggunakan prosesor pada satu PCB. Sedangkan mode maksimum umumnya digunakan untuk sistem yang lebih kompleks yang menggunakan multi I/O dan memori yang terpisah serta dapat pula digunakan dengan co-prosesornya (co-prosesor untuk 8088 adalah 8087). Dalam homepage ini, penulis hanya akan menjelaskan perancangan pada mode minimum saja, karena umumnya cukup dengan mode minimum saja suatu alat pengontrol/kendali otomatis sudah dapat diwujudkan.


            Mikroprosesor 8088 mampu mengalamati memori sampai 1 MB. Memori ini digunakan untuk menyimpan kode biner dari instruksi yang akan dijalankan oleh µP, selain itu memori juga digunakan untuk menyimpan data secara sementara. Dengan tambahan unit I/O memungkinkan µP 8088 untuk menerima data dari luar (operasi input) ataupun mengirim data keluar (operasi output).

II. Konfigurasi pena µP 8088
            Gambar dibawah ini memperlihatkan diagram pewaktuan yang menunjukkan siklus baca tulis ketika terjadi operasi I/O dan Memori oleh µP. Seluruh penjelasan tentang pena-pena pada mikroprosesor 8088 ini akan selalu mengacu pada diagram pewaktuan tersebut. 


            Pena pada µP 8088 ada yang tidak dipengaruhi oleh perubahan mode baik mode maksimum ataupun mode minimum dan ada pula pena yang berfungsi hanya pada saat mode maksimum. 

Pena yang tidak dipengaruhi oleh perubahan mode baik mode maksimum ataupun mode minimum, diantaranya adalah : 

a. Bus alamat ( AD0-AD7, A8-A15, dan A16/S3-A19/S6). Mikroprosesor 8088 mempunyai 20 pin jalur alamat sehingga dapat menjangkau 220 ( 1 MB) lokasi memori. Pena-pena ini hanya berfungsi pada saat T1 (lihat diagram pewaktuan). Pada saat T2 sampai T4 ada sebagian pin yang berfungsi sebagai data dan juga sebagai status. 

b. Bus data ( AD0-AD7). Mikroprosesor 8088 mempunyai jalur data sebanyak 8 pin dan bisa digunakan secara biderectional (dua arah). Pin-pin ini berfungsi sebagai jalur data hanya pada saat T2-T4. Pada saat T1 berfungsi sebagai jalur alamat. 

c. Kontrol baca (RD). Sinyal ini aktif rendah. Jika pena ini berlogic nol berarti µP sedang melaksakan pembacaan data. Sinyal ini aktif dipertengahan T2 dan kembali tidak aktif dipertengahan T4. 

d. Clock (CLK). Yaitu masukan sinyal detak yang diberikan dari luar untuk mensinkronkan segala kegiatan pada µP. Miroprosesor 8088 dapat bekerja pada frekuensi clock 4,77 MHz atau 8 MHz untuk versi turbo. 

e. Kontrol waktu tunggu (READY). Sinyal READY ini disampel pada sisi naik T2. Jika sinyal READY ini berlogic 0 berarti akan disisipkan TW/Twait antara T3 dan T4. Hal ini terus diulangi sampai sinyal READY diberi logika 1. Sinyal ini biasanya digunakan jika ada hardware lain yang memiliki kecepatan lebih lambat dari kecepatan µP ketika sedang bekerja dalam keadaan normal. 

f. Reset sistem (RESET). Sinyal ini aktif tinggi. Bila logika 1 diberikan pada pena ini, mikroprosesor akan menghentikan segala kegiatan yang sedang terjadi saat itu. Semua register akan dibuat 0 kecuali register code segment dibuat FFFF0H (akan dijelaskan pada penjelasan mengenai segment register ). 

g. Interupsi (INTR dan NMI). INTR dan NMI (Non Maskable Interrupt) adalah permintaan interupsi yang dipanggil secara hardware. Sinyal INTR merupakan sinyal aktif tinggi, sedangkan NMI dapat aktif menggunakan trigger sisi naik dari sinyal clock. INTR tidak akan berfungsi jika interupsi flag dikosongkan (menggunakan instruksi CLI ), sedangkan NMI tidak dapat dihalangi dengan instruksi CLI. 

h. Kontrol tunggu test (TEST). Untuk mengaktifkan sinyal TEST, digunakan instruksi WAIT. Jika pin ini berlogic 1 ketika µP sedang menjalankan instrruksi WAIT, CPU akan berada pada keadaan idle mode, artinya mikroprosesor tidak melakukan kegiatan apa-apa sebelum pin ini berlogic 0. Jika pin ini berlogic 0 kembali, maka pelaksanaan instruksi akan dilanjutkan.

i. Status (A16/S3-A19/S6). Sinyal status digunakan untuk mendeteksi suatu keadaan-keadaan atau operasi-operasi yang sedang berlangsung, diantaranya pengambilan instruksi, membaca memori, menulis memori, dan operasi-operasi yang lain. Sinyal ini dikeluarkan pada saat keadaan T2-T4. Definisi dari status S4 dan S3 adalah : 

S4.. S3 Yang Dijangkau saat terjadi siklus bus
0.. ...0 Extra segment (ES)
0..... 1 Stack segment (SS)
1..... 0 Code segment (CS) atau tidak sama sekali
1..... 1 Data segment (DS)

j. Catu daya ( VCC dan GND). Mikroprosesor 8088 membutuhkan Vcc = +5 V yang masih bisa bertoleransi sebesar ± 10% dari +5 V. 

Sinyal yang berfungsi hanya pada mode minimum ( mode maksimum tidak digunakan ) adalah : 

a. Sinyal tulis (WR). Sinyal ini aktif rendah. Jika sinyal ini berlogic 0, berarti µP sedang melaksanakan operasi tulis data ke unit memori atau I/O. Sinyal ini aktif pada saat T2-T4. 

b. Sinyal kontrol memori dan I/O ( IO/M ). Jika pena ini berlogic 0, berarti saat ini pada siklus bus sedang berlangsung operasi input/output. Jika pena ini berlogic 1, berarti saat ini pada siklus bus sedang berlangsung operasi memori. 

c. Address Latch Enable (ALE). Sinyal ini digunakan sebagai penahan alamat yang baru masuk dalam suatu proses siklus mesin. Sinyal ini dapat digunakan untuk dimultipleks dengan alamat, data, dan status. Sinyal ini mengeluarkan logic 1 pada saat clock T1. 

d. Pengiriman dan penerimaan data ( DT/R ). Jika sinyal ini berlogic 1, arah data adalah dari µP menuju keluar. Jika sinyal ini berlogic 0 maka arah data dari luar menuju µP. 

e. Data Enable ( DEN ). Sinyal ini biasanya digunakan untuk meng"on"kan buffer (latch) yang dihubungkan kebus data. 

f. Interrupt Acknowledge ( INTA ). Sinyal ini secara khusus digunakan sebagai tanggapan terhadap suatu instruksi INTR. 

g. Hold Request ( HOLD). Bila logika 1 diberikan pada pena HOLD, µP akan menghentikan kegiatan dan melepas bus yang berhubungan dengan unit memori dan I/O, sehingga hal ini memberikan kesempatan bagi proses lain untuk mengambil alih sistem. 

h. Hold Acknowledge (HLDA) Sinyal ini digunakan sebagai pengakuan dari µP bahwa sinyal HOLD telah diterima dan sistem dapat diambil alih oleh prosesor lain. 

Sinyal yang berfungsi hanya pada saat mode maksimum adalah : 
 
a. Status siklus bus ( S0, S1, S2 ). Sinyal ini merupakan keluaran yang akan diberikan oleh IC lain yang berfungsi sebagai bus kontroller . 

b. Kunci ( LOCK ). Sinyal ini akan mengeluarkan logika 0 selama pelaksanaan instruksi LOCK sehingga akan mencegah prosedur lain menjangkau sistem. 

c. Status antrian ( QS0, QS1). Sinyal ini akan memberitahu informasi apa yang telah dipindahkan dan informasi apa yang ada dalam antrian sewaktu terjadi siklus clock sebelumnya. 

d. Local Bus Control ( RQ/ GT1 dan RQ/ GT0 ). Sinyal ini menggantikan fungsi HOLD dan HLDA pada mode minimum.

III. Arsitektur Internal µP 8088
            Arsitektur internal µP 8088 dibagi menjadi dua bagian, yaitu BIU (Bus Interface Unit) dan EU (Execution Unit). BIU berfungsi untuk menjalankan operasi bus seperti menjemput instruksi, membaca data dan menulis ke memori, menerima input dan mengeluarkan output ke unit periferal. Dari BIU ini, dihasilkan bus data sebanyak 8 bit. Untuk menjalankan fungsinya, BIU memiliki register segment, register komunikasi internal, pointer instruksi, antrian kode objek instruksi, bus alamat, dan bus kontrol logika. EU berfungsi untuk menterjemahkan dan menjalankan instruksi.
Mikroprosesor 8088 mempunyai 4 kelompok register internal yaitu register penunjuk instruksi (indeks pointer register), register data (general purpose register), register segment (segment register), serta flag register.
 
Register Penunjuk Instruksi (Indeks Pointer Register).
            Register Penunjuk instruksi merupakan register 16 bit yang berfungsi untuk menunjukkan lokasi instruksi berikutnya yang akan dijalankan. Register IP ini berpasangan dengan CS (code segment) dimana penulisannya adalah sebagai berikut [CS : IP]. Jadi lokasi alamat yang ditunjuk bergantung pada code segment yang terdapat pada segment register.
 
Register Data (General Purpose Register).
            Register data pada µP 8088 dibagi menjadi 4 kelompok register yang semuanya berfungsi untuk penyimpanan data secara sementara. Keempat kelompok register ini adalah register AX, BX, CX. dan DX. Register AX, BX, CX, dan DX merupakan register data 16 bit. Register-register 16 bit dari kelompok ini mempunyai suatu ciri khas, yaitu dapat dipisah menjadi 2 bagian dimana masing-masing bagian terdiri dari 8 bit, yaitu register data AH; AL (untuk AX), BH; BL (untuk BX), CH; CL (untuk CX), dan DH; DL (untuk DX). Akhiran H menunjukkan High dan akhiran L menunjukkan Low. Selain berfungsi sebagai penyimpan data serba guna yang dapat digunakan secara bebas oleh pemogram, register-register tersebut memiliki juga fungsi-fungsi lainnya secara khusus, yaitu : Register AX biasanya digunakan pada operasi aritmatika (perkalian dan pembagian), dan operasi I/O 16 bit. Register BX biasanya digunakan untuk menunjukkan suatu alamat offset dari suatu segment. Register CX biasanya digunakan untuk menunjukkan banyaknya looping yang akan terjadi. Register DX biasanya digunakan untuk menampung sisa hasil pembagian 16 bit serta pada operasi I/O secara tidak langsung (16 bit)
 
Register Penunjuk dan Register Indeks (Indeks and Pointer Register).
            Mikroprosesor 8088 mempunyai dua buah register penunjuk (register SP dan BP) serta dua buah register indeks ( register SI dan DI). Data yang terdapat pada SP ( Stack Pointer) memungkinkan pemogram untuk menjangkau lokasi memori dari stack segment. Stack pointer yang berpasangan dengan stack segment (SS : SP) digunakan untuk menunjukkan alamat dari stack RAM (Random Access Memory). Stack RAM ini biasanya digunakan untuk menyimpan informasi yang berhubungan dengan operasi stack, seperti isi PC, alamat kembali (return address) pada instruksi CALL, dan akumulator. Penyimpanan informasi pada stack RAM menggunakan sistem LIFO (Last In First Out), artinya data yang terakhir dimasukkan (PUSH) merupakan data pertama yang akan diambil (POP). BP (Base Pointer) yang berpasangan dengan register stack segment (SS) digunakan untuk mencatat suatu alamat dimemori tempat data. Source Indeks (SI) dan Destination Indeks (DI) biasanya digunakan pada operasi string dengan mengakses secara langsung pada alamat dimemori yang ditunjukkan oleh kedua register ini .
 
Register Segment (Segment Register).
            Mikroprosesor 8088 menghasilkan 20 bit alamat sehingga dapat menjangkau 1 MB lokasi memori ( 220 = 1048576 Byte atau disingkat 1 MB). Namun pada µP 8088 register yang tersedia hanya 16 bit ( 216 = 64 KB), sehingga untuk menjangkau alamat 1 MB, memori pada µP 8088 dibagi menjadi ruas-ruas 64 KB, sehingga setiap saat hanya ada 4 segment (ruas) yang dapat aktif. Segment-segment register ini adalah: Code Segment (CS), Data Segment (DS), Stack Segment (SS), dan Extra Segment (ES). Code segment digunakan untuk menyimpan program. Data segment digunakan untuk menyimpan data program. Extra segment digunakan untuk menyimpan segment data tambahan. Stack segment digunakan nuntuk menyimpan alamat kembalinya interupsi dan subrutin. Keempat register diatas menunjuk kelokasi masing-masing segment. Karena register segment hanya terdiri dari 16 bit, sedangkan memori yang dapat dijangkau sebanyak 20 bit, maka unit BIU ( Bus Interface Unit) akan menambah 4 bit lagi pada LSB. Sebagai contoh, jika register ES=2721H, maka register akan menunjuk kelokasi 27210H. Setiap segment hanya dapat menampung 64 KB lokasi memori, sehingga jika CS=A000H, maka lokasi memori untuk Code Segment dimulai dari A0000H sampai AFFFFH (64 KB). 

             Setiap kali catu daya dihidupkan, µP berada dalam keadaan sembarang dimana semua register berisi data yang tidak dapat diramalkan. Hal ini memungkinkan terjadinya pembacaan maupun penulisan lokasi memori yang acak pula. Karena itu semua register µP harus dibuat nol kecuali Code Segment register dibuat FFFF0H, sehingga µP akan menjemput instruksi yang berada pada alamat fisik FFFF0H. Jadi dengan memberikan sinyal RESET ketika pertama kali dihidupkan, µP akan selalu menjemput instruksi pada lokasi FFFF0H. Setelah menempatkan suatu instruksi pada lokasi tersebut, maka instruksi itu merupakan instruksi yang pertama kali dijalankan ketika µP dinyalakan atau ketika diberi sinyal RESET
 
Flag Register.
             Flag register merupakan register 16 bit, namun pada µP 8088 yang digunakan hanya 12 bit, yaitu 9 bit untuk status dan 3 bit untuk kontrol. Diagram blok flag register adalah sebagai berikut : 

X X X X OF DF IF TF SF ZF X AF X PF X CF
15 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0

Fungsi masing-masing register tersebut adalah: 

CF (Carry Flag) jika berlogic 1 berarti terdapat carry atau borrow pada MSB (Most Significant Bit) yang terjadi selama operasi aritmatika. Jika berlogic 0 berarti tidak terdapat carry atau borrow.
PF (Parity Flag) jika berlogic 1 berarti 8 bit terendah menghasilkan paritas genap dan jika manghasilkan paritas ganjil PF akan berlogic 0
AF (Auxillary Carry Flag) jika berlogic 1 berarti terdapat carry pada bit ke 4 pada register AL dan bila tidak akan berlogic 0. Register ini biasanya digunakan pada operasi BCD, seperti perintah AAA. ZF (Zero Flag), jika berlogic 1 maka operasi aritmatika menghasikan sisa 0, jika berlogic 1 maka tidak menghasilkan 0
SF (Sign Flag) jika digunakan bilangan bertanda bit ini akan bernilai 1. Sedangkan bila SF berlogic 0 berarti bilangan diperlakukan sebagai bilangan tidak bertanda. Bilangan bertanda dibagi menjadi bilangan positif (+) dan bilangan negatif (-). Pada bilangan bertanda, bit terakhir (bit ke-16) diperlakukan sebagai tanda (+) atau tanda(-). Jika bit terakhir tersebut bernilai 1 berarti bilangan tersebut negatif dan jika bit terakhir bernilai 0 berarti bilangan tersebut positif
TF (Trace Flag) jika berlogic 1 berarti berada pada keadaan single step. Keadaan ini digunakan pada program Debug
IF (Interrupt Flag) jika berlogic 1 berarti Maskable Interrupt Request dapat dilakukan. Jika berlogic 0 maka permintaan interupsi tidak dapat dipenuhi oleh CPU
OF (Over Flow Flag) jika terjadi Over Flow pada operasi aritmatika, bit ini akan bernilai 1. Dan jika tidak terjadi Over Flow pada operasi aritmatika, bit ini akan bernilai 0
DF (Direction Flag) jika berlogic 1 berarti pada instruksi string nilai register akan diturunkan secara otomatis dan jika berlogic 0 maka akan dinaikkan secara otomatis
X Tidak digunakan

Minggu, 01 Agustus 2010

Assembly Menggunakan DEBUG.COM

9 komentar
            Bagi yang sudah tau ini sekedar berbagi, bagi yang belum tau baca di  disini semoga bisa menjadi tambahan info.
Assembly Menggunakan DEBUG.COM
           Dalam sebuah komputer, prosesor (processor) merupakan otak yang memproses segala informasi yang masuk serta mengontrol perangkat keras lainnya.Kita mungkin sudah pernah membuat berbagai macam program yang pada prinsipnya adalah memerintah komputer untuk melakukan pekerjaan yang kita ingin kan. Tapi apakah kita secara langsung memerintah komputer tersebut??? Jika kita menggunakan bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi maka jawabannya adalah TIDAK. Sebab yang kita lakukan adalah membuat sederetan perintah dalam bahasa tingkat tinggi yang tidak dimengerti oleh komputer, sebab komputer adalah sebuah MESIN dan bukan “Seorang Mesin” , maka disini lah tugas Compiler dari sebuah bahasa pemrograman tingkat tinggi untuk menterjemahkan perintah kita kedalam bahasa yang dimengerti oleh mesin.

           Nah jika kita ingin mencoba untuk memerintah mesin ini secara langsung tanpa perantara Compiler kita bisa gunakan Bahasa Assembly. Bahasa ini pada dasarnya adalah bahasa mesin yang dibentuk menjadi mnemonik oleh pembuat prosesor (pabrik). Maka dari itu mnemonik tiap prosesor akan berbeda tergantung jenis. Misal nya yang umum dipakai adalah x86 dari INTEL berbeda dengan SPARC dari SUN atau MAC dari Apple. Baiklah, mari kita coba untuk memerintah prosesor langsung dengan tangan kita
“Just You and Your Computer”.
Kita akan membuat sebuah program sederhana untuk
menampilkan sebuah huruf “A” dilayar. Tools yang diperlukan
hanyalah DEBUG.COM yang merupakan bawaan
dari Windows.
Let’s Do…
  1. Start pada komputer
  2. pilih menu RUN atau
  3. kemudian ketik CMD dan klik  OK.
  4. Tuiing.. muncul Command Shell nya dengan warna latar hitam.
  5. kemudian ketik DEBUG.  setelah itu akan muncul tanda  (  -  ) yang artinyaartinya sesi debug sudah diaktifkan dan kita siap memerintah prosesor.
atau Cara cepat nya
  1. Tekan lambang windows disebelah kanan pada windows, + R
  2. ketikan debug
  3. kemudian enter maka akan tampil seperti gambar dibawah ini
ketik seperti dibawah ini
Assembly Menggunakan DEBUG.COM
Keterangan
a100        ;Untuk memulai program di alamat offset 100
mov ah,02   ;Memasukkan nilai 02h ke register AH sebagai nilai Service
mov dl,41   ;Memasukkan nilai 41 ( "A" ) ke register DL
int 21      ;Eksekusi
int 20      ;Program dihentikan
rcx         ;mengetahui dan memperbaiki isi register cx
8
njohan-jm.blogspot.com  ;nama file yang kita buat
w                       ;untuk menulis program ke media penyimpanan
q                       ;untuk keluar dari debug.exe


OK selesai. Hasilnya

serch nama file yang kita buat di drive C:\ 

jalankan file tersebut

Wah cuma nampilin “A” aja sepanjang itu???

Ya, memang kenyataannya itu yang di kerjakan oleh Prosesor. Coba bagaimana kalau program itu seperti Web Browser atau MS. OFFICE. Bisa panjang banget.Teknologi pemrograman masa kini sudah semakin canggih dan mempermudah Programmer. Tidak seperti jaman nya Steve Jobs masih muda. Assembler merupakan andalan.Assembly Language, akan tetap hidup selama Prosesor masih di produksi.
Assembly sekarang udah jadi ilmu langka, tapi gak ada yang bisa memungkiri ke handalan Optimasi nya.

Program Bahasa Rakitan dengan DEBUG.COM

1 komentar
           DEBUG adalah alat bantu dalam perancangan peralatan berbasis mikro-prosesor, karena daoat mencapai tingkat perangkat keras yang paling dalam dari suatu komputer, misal menulis informasi ke dalam boot sector, direktori, FAT, menjalankan interupsi BIOS atau DOS.

Hal-hal penting dalam Debug :
· Hanya mengenal dan selalu bekerja dengan bilangan-bilangan heksadesimal
· Bekerja dengan penunjukan ke alamat-alamat memori memakai format segment : offset.
· Kemampuan mengakses daerah "very low level access" (software / hardware).
Setiap jenis komputer (mainframe, minicomputer, microcomputer) memiliki
sarana debugging berbeda.

Langkah mengaktifkan DEBUG.EXE / DEBUG.COM :
a> Debug (enter)
-


Perintah DEBUG
1. R (Register)
Untuk menampilkan informasi komposisi register-register di dalam
mikroprosesor, alamat memori, serta isi dari alamat memori tersebut
yang mungkin berupa instruksi yang akan dilaksanakan oleh komputer,
atau data.
Contoh :
A:\>DEBUG (enter)
r (enter)
AX=0000 BX=0000 CX=0000 DX=0000 SP=FFEE BP=0000 SI=0000 DI=0000
DS=29E7 ES=29E7 SS=29E7 CS=29E7 IP=0100 NV UP EI PL NZ NA PO NC
29E7:0100 0114 ADD[SI],DX DS:0000=20CD

AX, BX, CX, DX, SP, BP, SI, DI, DS, ES, SS, CS, dan IP adalah register
internal mikroprosesor yang dipakai dalam CPU.
NV, UP, EI, PL, NZ, NA, PO, dan NC adalah output dari sebuah register
yang disebut register status atau register flag.
Angka 29E7:0100 adalah alamat lokasi memori dengan format segment:offset.
Kedua nilai tersebut merupakan kombinas antara register CS (Code Segment)
dengan IP (Instruction Pointer).
0114 adalah isi alamat memori bersangkutan, byte ke-1 berisi nilai '01',
dan byte ke-2 berisi nilai '14'. Karena setiap alamat memori berisi satu
byte, tentunya nilai 01 itulah yang berdiam pada alamat offset 0100,
sedangkan nilai 14 ada di alamat 0101 ADD[SI],DX adalah terjemahan
intruksi dari alamat memori bersangkutan.

Untuk mengubah nilai-nilai register internal dapat menggunakan perintah :
· RAX = mengubah nilai register AX
· RBX = mengubah nilai register BX
· RCX = mengubah nilai register CX
· RDX = mengubah nilai register DX
· RSP = mengubah nilai register SP
· RBP = mengubah nilai register BP
· RSI = mengubah nilai register SI
· RDI = mengubah nilai register DI
· RDS = mengubah nilai register DS
· RES = mengubah nilai register ES
· RSS = mengubah nilai register SS
· RCS = mengubah nilai register CS
· RIP = mengubah nilai register IP

Sebagai contoh untuk mengubah nilai register AX dari nilai '0000' ke nilai '1111' :
A:\>Debug (enter)
-RAX (enter)
AX 0000
: 1111 (diisi setelah ':' dan enter)

Contoh diatas juga berlaku untuk register internal lainnya dan untuk diperhatikan bahwa angka-angka yang dimasukkan kedalam register harus nilai heksadesimal.

2. D (Dump)
Berfungsi untuk melihat isi blok memori.
Contoh :
A:\>Debug (enter)
-d 0100 (enter)

Hasil yang diperoleh : (import dari sidekick ke text !)

Dari tampilan tersebut, terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :
· Bagian kiri : menampilkan alamat-alamat memori dengan format segment:offset
· Bagian tengah : menampilkan angka-angka dalam heksadesimal sebagai isi dari alamat-alamat memori
· Bagian kanan : menampilkan kode-kode karakter ASCII sebagai terjemahan dari angka heksadesimal tersebut
Debug hanya akan memperlihatkan 96 jenis karakter ASCII tercetak (printable character), mulai dari nilai desimal 33 - 127. Di luar nilai itu, karakter yang ditampilkan hanyalah berupa tanda titik (dot atau period).

Beberapa parameter yang dapat digunakan :
· L (length / panjang)
Memiliki arti menampilkan data sepanjang 2 byte, bila parameter 'L' tidak diberikan, maka otomatis akan ditampilkan 128 byte data.
-D 0100 L 2 (enter)
· Alamat awal - alamat akhir
-D 0100 01FF (enter)
· Alamat segment:offset
-D FFFF:0000 (enter)
· Alamat segment:offset sampai segment:offset
-D F000:E000 F000:E000 (enter)

3. U (Unassemble)
Berfungsi untuk menampilkan listring dari suatu program bahasa mesin.
Contoh :
A:\>Debug (enter)
-U FFFF:0000 (enter)

Hasil : import dari sidekick ke text !

Beberapa bentuk perintah 'U' :
· U F000:E05B (enter)

4. E (enter)
Berfungsi untuk mengisi atau mengubah data dalam memori.
Contoh :
A:\>Debug (enter)
-E 0100 (enter)

Hasil :
-E 0100
29E7:0100 01.

Setelah angka 01, dapat dimasukkan nilai untuk mengganti angkat tersebut langsung di belakangnya yang diakhir dengan menekan ENTER atau menekan SPACE BAR untuk berpindah ke alamat berikutnya atau menekan tanda '-' (Hyphen) untuk mundur ke lokasi sebelumnya.

5. F (Fill)
Berfungsi untuk mengisi lokasi memori. Perbedaan dengan perintah 'E (Enter)', yang menawarkan modifikasi memori secara satu alamt demi satu alamat, sedang 'F (Fill" untuk mengubah isi alamat memori dalam jumlah besar, sesuai dengan rentang (range) yang dikehendaki.
Contoh :
A:\>Debug (enter)
-F 0100 017F 58 (enter)
Berarti isilah mulai alamat offset 0100 sampai offset 017F dengan nilai heksa 58 (karakter ASCII 'x').
atau
- F F 0100 017F 'x' (enter)


Beberapa bentuk perintah 'F' :
· F 0100 L 1 41 (enter)
Arti : mulai offset 0100 sebanyak 1 byte diisi dengan nilai heksa 41 (karakter ASCII 'A').

6. C (Compare)
Berfungsi untuk membandingkan isi sebuah blok memori dengan isi blok memori lainnya.
Format perintah : C alamat1 panjang alamat2
Contoh :
A:\>Debug (enter)
-C 0100 L 10 0200 (enter)
Berarti mulai offset 0100 sebanyak 16 byte (10 heksa) bandingkan dengan offset 0200. Hasil yang dimunculkan hanyalah nilai-nilai yang berbeda setiap alamat.
Apabila dilayar tidak memberikan reaksi apapun selain kembali ke prompt '-' atau hyphen, berarti kedua blok memori persis sama.

7. S (Search)
Berfungsi untuk mencari data baik yang berupa karakter maupun untaian karakter (string) di dalam suatu blok memori tertentu.
Apabila dalam pencarian, data yang dicari diketemukan, maka akan ditampilkan semua alamat dari data tersebut lengkap dengan nilai segment dan offsetnya, sebaliknya bila tidak diketemukan akan kembali ke prompt '-'.

Format perintah : S alamat awal panjang alamat akhir

Contoh :
A:\>Debug (enter)
-S F000:E000 L FF "IBM" (enter)
Berarti mulai alamat F000:E000 sebanyak FFh byte cari string "IBM".
-S F000:E000 L FF "A" (enter)
Berarti mulai alamat F000:E000 sebanyak FFh byte cari string "A"..

8. M (Move)
Berfungsi untuk memindahkan atau menyalin data yang ada di suatu lokasi memori ke alamat memori lainnya.
Format perintah : M alamat asal panjang alamat tujuan

Contoh :
A:\>Debug (enter)
-M 0100 L 7F 0200 (enter)
Berarti mulai alamat offset 0100 sebanyak 7Fh byte isi memorinya pindahkan atau kopikan ke offset 0200.

Dari pembahasan perintah-perintah DEBUG dapat disimpulkan bahwa DEBUG dibuat
dengan tujuan untuk dapat mengeksplorasi program-program yang sudah
dibuat berikut segala dampaknya terhadap sistem dan aplikasi,
sedangkan ASSEMBLY diadakan dengan untuk mempermudah seorang programmer
dalam menyusun instruksi-instruksi pada sebuah program yang sedang dibuat.


INSTRUKSI-INSTRUKSI MIKROPROSESOR
Untuk dapat mempergunakan serta memanfaatkan sebuah mikroprosesor,
kita harus mengenal terlebih dahulu instruksi-instruksi yang bisa
dijalankan oleh mikroprosesor yang bersangkutan. Karena pada hakekatnya,
seluruh kemampuan yang ada pada mikroprosesor terletak pada kecanggihan
perintah-perintah yang terdapat didalamnya.
Tanpa adanya instruksi-instruksi yang membentuk sebuah program,
mikroprosesor tidak lebih hanya merupakan serpihan tanpa guna.
Setiap mikroprosesor mempunyai perbendaharaan instruksi sendiri-sendiri,
yang disebut dengan 'Set Instruksi' atau 'Instruction Set'.

Operasi, Operator dan Operand
Pada dasarnya mikroprosesor mampu melakukan beberapa jenis operasi,
antara lain operasi perhitungan (arithmetic), operasi logika
(logical operation), operasi transfer data (data transfer operation),
manipulasi string serta kendali prosesor.
Masing-masing jenis instruksi tersebut adalah sebagai berikut :
a. Perhitungan
ADD (penjumlahan), SUB (pengurangan), MUL (perkalian), DIV (pembagian)
b. Logika
AND (logika DAN), OR (logika OR), XOR (logika Exclusive OR)
c. Transfer Data
MOV (pindahkan/salin), IN (Input), OUT (Output), dan sebagainya.
d. Transfer Kendali
JMP (loncat), CALL (panggil), RET (kembali), INT (interupsi), dsb
e. Manipulasi String
MOVS (pindahkan/salin string), CMPS (bandingkan string), LODS (muatkan byte/word ke register AX), dan sebagainya.
f. Kendali Prosesor
CLC (hilangkan bawaan/carry), CLI (hilangkan interupsi), dan sebagainya.

Pada instruksi-instruksi komputeri, operator diterapkan sebagai
Operation-Code (Op-Code), sedangkan bilangan disebut Operand (adalah
obyek dari suatu operasi).

Operasi Transfer Data
1. Pemindahan data dari data register ke register
Format : MOV register, register
Contoh :
-a 0100 (enter)
xxxx : 0100 mov AX,DX (enter)
xxxx : 0102 (enter)

2. Pemindahan data dari memori ke register
Format : MOV register, memori
Contoh :
-a 0100 (enter)
xxxx : 0100 mov BX,[0200] (enter)
xxxx : 0104 (enter)

3. Memindahkan data langsung ke dalam register
Format : MOV register, bilangan
Contoh :
-a 0100 (enter)
xxxx : 0100 mov AX,1111 (enter)
xxxx : 0103 mov BX,2222 (enter)
xxxx : 0106 mov CX,3333 (enter)
xxxx : 0109 mov DX,4444 (enter)
xxxx : 010C (enter)

-a 0100
xxxx : 0100 mov AH,FFFF (enter)
xxxx : 010C (enter)
Apa yang terjadi ? Beri alasan !

4. Memindahkan data dari register ke memori
Format : MOV memori, register
Contoh :
-a 0100
xxxx : 0100 mov [0200],AX (enter)
xxxx : 0103 (enter)

5. Pertukaran data antar register
Format : XCHG register, register
Contoh :
-a 0100
xxxx : 0100 xchg AX,BX (enter)
xxxx : 0102 (enter)

Operasi Aritmatik
1. Menjumlahkan dua bilangan dengan perintah ADD
            Format : ADD register,register
2. Mengurangkan dua bilangan dengan perintah SUB
          Format : SUB register,register
3. Perkalian dua bilangan dengan perintah MUL
         Format : MUL register
4. Membagi dua bilangan dengan perintah DIV
        Format : DIV register

Operasi Logika
1. Instruksi logika AND
        Format : AND register,register
2. Instruksi logika OR
       Format : OR register,register
3. Instruksi logika XOR
      Format : XOR register,register

Senin, 14 Juni 2010

Sejarah Bahasa Pemrograman php

0 komentar
          PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP bernama FI (Form Interpreted). Pada saat tersebut PHP adalah sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.


           Perkembangan selanjutnya adalah Rasmus melepaskan kode sumber tersebut dan menamakannya PHP/FI, pada saat tersebut kepanjangan dari PHP/FI adalah Personal Home Page/Form Interpreter. Dengan pelepasan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.


           Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini interpreter sudah diimplementasikan dalam C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.


            Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend, menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998 perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan nama rilis tersebut menjadi PHP 3.0.


            Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai. Versi ini banyak dipakai sebab versi ini mampu dipakai untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan proses dan stabilitas yang tinggi.


             Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Versi ini adalah versi mutakhir dari PHP. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Dalam versi ini juga dikenalkan model pemrograman berorientasi objek baru untuk menjawab perkembangan bahas pemrograman kearah pemrograman berorientasi objek.

Bahasa Pemrograman Pascal

0 komentar
         Pascal adalah bahasa pemrograman yang pertama kali di buat oleh Profesor Niklaus Wirth, seorang anggota International Federation of Information Processing (IFIP) pada tahun 1971. Dengan mengambil nama dari matematikawan Perancis, Blaise Pascal, yang pertama kali menciptakan mesin penghitung, Profesor Niklaus Wirth membuat bahasa Pascal ini sebagai alat bantu untuk mengajarkan konsep pemrograman komputer kepada mahasiswanya. Selain itu, Profesor Niklaus Wirth membuat Pascal juga untuk melengkapi kekurangan-kekurangan bahasa pemrograman yang ada pada saat itu.

Kelebihan

Kelebihan dari bahasa pemrograman Pascal adalah:
  • Tipe Data Standar, tipe-tipe data standar yang telah tersedia pada kebanyakan bahasa pemrograman. Pascal memiliki tipe data standar: boolean, integer, real, char, string,
  • User defined Data Types, programmer dapat membuat tipe data lain yang diturunkan dari tipe data standar.
  • Strongly-typed, programmer harus menentukan tipe data dari suatu variabel, dan variabel tersebut tidak dapat dipergunakan untuk menyimpan tipe data selain dari format yang ditentukan.
  • Terstruktur, memiliki sintaks yang memungkinkan penulisan program dipecah menjadi fungsi-fungsi kecil (procedure dan function) yang dapat dipergunakan berulang-ulang.
  • Sederhana dan Ekspresif, memiliki struktur yang sederhana dan sangat mendekati bahasa manusia (bahasa Inggris) sehingga mudah dipelajari dan dipahami.
        Bahasa PASCAL juga merupakan bahasa yang digunakan sebagai standar bahasa pemrograman bagi tim nasional Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI). Selain itu, Bahasa PASCAL masih digunakan dalam IOI (International Olympiad in Informatics).

Minggu, 13 Juni 2010

Bahasa Pemrograman PHP

0 komentar
            PHP Merupakan Bahasa Pemrograman yang berbasis Web Server, PHP berbeda dengan bahasa pemrograman Java yang berbasis Clinet Service.
            PHP digunakan untuk membuat aplikasi web yang disusun oleh kode-kode (Sintak) yang diatur berdasarkan algoritma program yang dibuat.
            Penggunaan PHP semakin luas untuk aplikasi-aplikasi web dalam berbagai keperluan bisnis, bahkan PHP telah banyak banyak digunakan oleh para webmaster karena kemudahannya dan kefektifannya.
            PHP sendiri merupakan kependekan dari Personal Home Page atau Situs Personal yang dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Awalnya PHP bernama FI (Form Interpreted) yaitu sekumpulan script untuk mengolah data “Form” dari web.
            Pengkodean yang dibuat oleh Rasmus kemudian dijadikan “Open Source” sehingga banyak para programmer tertarik untuk mengembangkan dan menggunakan bahasa pemrograman PHP yang kemudian interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C dan disertakan modul-modul ekstensi untuk meningkatkan kemampuan PHP/FI.
             Contoh terkenal dari aplikasi PHP adalah forum (phpBB) dan MediaWiki (software di belakang Wikipedia). PHP juga dapat dilihat sebagai pilihan lain dari ASP.NET/C#/VB.NET Microsoft, ColdFusion Macromedia, JSP/Java Sun Microsystems, dan CGI/Perl. Contoh aplikasi lain yang lebih kompleks berupa CMS yang dibangun menggunakan PHP adalah Mambo, Joomla!, Postnuke, Xaraya, dan lain-lain.
Sejarah PHP

           Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs Personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.

           Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
         
           Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.

           Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana - mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.

           Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.

            Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.

            PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.


Kelebihan PHP dari bahasa pemrograman lain
  • Bahasa pemrograman php adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.
  • Web Server yang mendukung php dapat ditemukan dimana - mana dari mulai IIS sampai dengan apache, dengan configurasi yang relatif mudah.
  • Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.
  • Dalam sisi pemahamanan, php adalah bahasa scripting yang paling mudah karena referensi yang banyak.
  • PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (linux, unix, windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.

Pengenalan Bahasa pemrograman C

0 komentar
              Bahasa pemrograman C adalah salah satu bahasa pemrograman komputer. Dibuat pada tahun 1970-an untuk Sistem Operasi Unix oleh Bell Labs (Ken Thompson dan Dennis M. Ritchie). Merupakan kelanjutan dari bahasa BCPL. Bahasa Pemrograman C merupakan salah satu bahasa pemrograman yang paling sering dipakai oleh pemrogram di seluruh dunia, terutama karena C memperbolehkan pengaksesan memori secara manual.

            C telah mempengaruhi bahasa-bahasa pemrograman yang lain, terutama C++. Bahkan C seringkali dipakai untuk membuat bahasa-bahasa pemrograman yang lain. Umumnya C dipakai untuk membuat program sistem dan jaringan, walaupun tidak jarang juga dipakai untuk membuat program aplikasi.


Kelebihan Bahasa C:

  • Bahasa C tersedia hampir di semua jenis computer. 
  • Kode bahasa C sifatnya adalah portable dan fleksibel untuk semua jenis computer.
  • Bahasa C hanya menyediakan sedikit kata-kata kunci. hanya terdapat 32 kata kunci.
  • Proses executable program bahasa C lebih cepat
  • Dukungan pustaka yang banyak.
  • C adalah bahasa yang terstruktur
  • Bahasa C termasuk bahasa tingkat menengah
            penempatan ini hanya menegaskan bahwa C bukan bahasa pemrograman yang berorientasi pada mesin. yang merupakan ciri bahasa tingkat rendah. melainkan berorientasi pada obyek tetapi dapat dinterprestasikan oleh mesin dengan cepat. secepat bahasa mesin. inilah salah satu kelebihan C yaitu memiliki kemudahan dalammenyusun programnya semudah bahasa tingkat tinggi namun dalam mengesekusi program secepat bahasa tingkat rendah.

Kekurangan Bahasa C:
  • Banyaknya operator serta fleksibilitas penulisan program kadang-kadang membingungkan pemakai. 
  • Bagi pemula pada umumnya akan kesulitan menggunakan pointer.
MENGKOMPILASI PROGRAM

         Suatu source program C baru dapat dijalankan setelah melalui tahap kompilasi dan penggabungan. Tahap kompilasi dimaksudkan untuk memeriksa source-program sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku di dalam bahasa pemrograman C. Tahap kompilasi akan menghasilkan relocatable object file. File-file objek tersebut kemudian digabung dengan perpustakaan-fungsi yang sesuai. untuk menghasilkan suatu executable-program. Shortcut yang digunakan untuk mengkompile:
Nov. 2
3
• ALT + F9 dipakai untuk melakukan pengecekan jika ada error pada program yang telah kita buat.
• CTRL + F9 dipakai untuk menjalankan program yang telah kita buat atau bisa juga dengan mengklik tombol debug pada tool bar.
 

Sabtu, 12 Juni 2010

BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

4 komentar
        Bahasa pemrograman java merupakan salah satu bahasa pemrograman yang sering digunakan para programmer. Ada banyak alasan untuk kita para programmer muda mempelajari bahasa pemrograman java. Bahasa pemrograman java mempunyai syntax yang mirip dengan C++. Namun syntax pada pemrograman java telah banyak diperbaiki seperti multiple inheritance. Selain itu, java juga menggunakan automatic memory allocation dan memory garbage collection.

        Java adalah bahasa pemrograman yang berorientasi objek. Pemrograman berorientasi objek memodelkan dunia nyata kedalam objek dan berinteraksi dengan objek-objek tersebut. Java dijalankan dengan Java Virtual Machine (JVM). Hal ini menyebabkan source code java yang telah dikompilasi menjadi java bytecodes dapat dijalankan pada platform yang berbeda-beda.
       Java mempunyai reabilitas yang tinggi. Compiler pemrograman java mempunyai kemampuan untuk mendeteksi error yang lebih teliti dibandingkan bahasa pemrograman lainnya. Java juga mempunyai runtime Exception handling, yang dapat membantu mengatasi error pada pemrograman.

        Java sangat aman untuk digunakan. Sebagai bahasa pemrograman untuk aplikasi internet dan terdistribusi, Java mempunyai mekanisme keamanan untuk menjaga aplikasi tidak digunakan untuk merusak sistem komputer yang menggunakan aplikasi tersebut.
       Java adalah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Sun Microsystems sejak tahun 1991. Bahasa ini dikembangkan dengan model yang mirip dengan bahasa C++ dan Smalltalk, namun dirancang agar lebih mudah dipakai dalam platform independent. Platform independent yaitu sebuah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai jenis sistem operasi dan arsitektur komputer. Semua tipe data dalam bahasa Java mempunyai ukuran yang konsisten di semua jenis platform. Source code program Java sendiri tidak perlu dirubah sama sekali jika anda ingin mengkompile ulang di platform lain. Hasil dari mengkompile source code Java bukanlah kode mesin atau instruksi prosesor yang spesifik terhadap mesin tertentu, melainkan berupa bytecode yang berupa file berekstensi .class. Bytecode tersebut dapat langsung dieksekusi di tiap platform yang dengan menggunakan Java Virtual Machine (JVM) sebagai interpreter terhadap bytecode tersebut.. Sebagai sebuah bahasa pemrograman, Java dapat membuat seluruh bentuk aplikasi, desktop, web dan lainnya, sebagaimana dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman konvensional yang lain. 

        Java Virtual Machine (JVM) sendiri adalah sebuah aplikasi yang berjalan di atas sebuah sistem operasi dan menerjemahkan bytecode program Java dan mengeksekusinya, sehingga secara konsep bisa dianggap sebagai sebuah interpreter. Sebuah program Java yang telah dikompilasi akan dapat berjalan di platform mana saja, asalkan ada Java Virtual Machine (JVM) di sana

2. KELEBIHAN JAVA

       Bahasa pemrograman java memiliki banyak kelebihan, beberapa diantaranya seperti dibawah ini :
  • Berorientasi objek (Object Oriented Programming). Dengan ciri-ciri sebagai berikut
  • Abstraction : menandai masing-masing objek dengan karakteristik yang unik sehingga mudah dibedakan dan dipahami.
  • Encapsulation : memisahkan elemen-elemen yang menyusunnya. Dengan menyembunyikan detail dari class; memaksa user untuk menggunakan interface dalam mengakses data; membuat code lebih mudah di-maintain.
  • Inheritance : sebuah objek memerlukan properti dari objek yang lain.
  • Polymorphism : membuat objek menjadi modular sehingga mudah untuk dipindah/dipakai lagi.
  • Open platform/portable maksudnya ialah Dapat digunakan pada platform yang berbeda (Windows, Linux/UNIX, Solaris, Macintosh, etc) tanpa harus dilakukan perubahan. Java juga merupakan bahasa yang paling sesuai digunakan bersama XML, sehingga data menjadi portable
  • Java sebagai bahasa, platform dan sekaligus arsitektur. Java memiliki fleksibilitas dan portabilitas yang sangat tinggi. Java dapat berada pada smartcard, handphone, PDA, Palm, TV, embedded device, etc.
  • Multi-threading. Dalam program yang sama, memungkinkan untuk dilakukaan banyak thread secara independen dan kontinyu dalam sebuah eksekusi program.
  • Automatic garbage collection. Fitur ini dapat membersihkan objek yang tidak terpakai dari memori.
  • Secure. Java memang didisain untuk eksekusi yang aman pada jaringan. Banyak fitur-fitur C dan C++ yang dieliminasi, seperti pointer. Dan pada Java, program tidak dapat mengakses arbitrary memory.
Bahasa Java yang berkembang dapat dikategorikan menjadi :
  1. Java Micro Edition (JME). Khusus untuk aplikasi skala kecil, dan biasa digunakan untuk membuat aplikasi pada PDA atau mobile divice dan wireless lain. Contoh keluaran Sun adalah J2ME.
  2. Java Standart Edition (JSE). Ini yang biasa dikenal dengan bahasa Java. Banyak subset dari JSE untuk aplikasi yang berbeda-beda. Misalnya untuk networking, database, web, security, dll
  3. Java Enterprise Edition (JEE). Untuk aplikasi skala makro dengan kompleksitas tinggi. Aplikasi ini berbasis web.
  4. Java Card (JC). Untuk aplikasi khusus diimplementasikan pada pemrograman java

3. FITUR JAVA

       Java api menyediakan fitur-fitur yang menarik bagi yang ingin menggunakan Java untuk mengembangkan aplikasi. Ada berbagai fitur yang ditawarkan oleh Java api antara lain sebagai berikut :
• Applet
        Java applet merupakan program Java yang berjalan di atas browser. Dengan menggunakan Java applet, maka halaman html akan lebih dinamis dan menarik, sangat cocok untuk pengembangan aplikasi-aplikasi berbasis web.

• Java networking
        Java networking merupakan sekumpulan api (application programming interface). Yang menyediakan fungsi-fungsi untuk aplikasi-aplikasi jaringan. Java networking menyediakan akses untuk tcp, udp, ip address dan url. Java networking tidak menyediakan akses untuk icmp dikarenakan alasan keamanan dan pada kondisi umum hanya administrator (root) yang bisa memanfaatkan protokol icmp.

• Java database connectivity (jdbc)
       Jdbc menyediakan sekumpulan api yang dapat digunakan untuk mengakses database seperti oracle, mysql, postgresql, microsoft sql server.

• Java security
        Java security menyediakan sekupulan api untuk mengatur security dari aplikasi Java baik secara high-level ataupun low-level, seperti public private key management dan certificates.

• Java swing
      Java swing menyediakan sekumpulan api untuk membangun aplikasiaplikasi gui (graphical user interface) dan model gui yang diinginkan bisa bermacam-macam, bisa model Java, model motif/cde atau model yang dependent terhadap platform yang digunakan.

• Java rmi
        Java rmi menyediakan sekumpulan api untuk membangun aplikasiaplikasi Java yang mirip dengan model rpc (remote procedure call) jadi object-object Java bisa di-call (dipanggil) secara remote (acak) pada jaringan komputer.

• Java 2d/3d
         Java 2d/3d menyediakan sekumpulan api untuk membangun grafik-grafik 2d/3d yang menarik dan juga akses ke printer.

• Java server pages
       Berkembang dari Java servlet yang digunakan untuk menggantikan aplikasi-aplikasi cgi, jsp (Java server pages) yang mirip asp dan php merupakan alternatif terbaik untuk solusi aplikasi internet.

• Jni (Java native interface)
        Jni menyediakan sekumpulan api yang digunakan untuk mengakses fungsi-fungsi pada library (*.dll atau *.so) yang dibuat dengan bahasa pemrograman yang lain seperti C, C++, dan basic.

• Java sound
         Java sound menyediakan sekumpulan api untuk manipulasi sound.

• Java idl + corba
        Java idl (interface definition language) menyediakan dukungan Java untuk implementasi corba (common object request broker) yang merupakan model distributed-object untuk solusi aplikasi besar di dunia networking.

• Java card
         Java card utamanya digunakan untuk aplikasi-aplikasi pada smart card, yang sederhana wujudnya seperti sim card pada handphone.

• Jtapi (Java telephony api)
         Java telephony api menyediakan sekumpulan api untuk memanfaatkan devices-devices telephony, sehingga akan cocok untuk aplikasi-apliaksi cti (computer telephony intergration) yang dibutuhkan seperti acd (automatic call distribution), pc-pbx dan lainnya.

4. VARIABEL DALAM JAVA

        Seperti halnya pada bahasa pemrograman pada umumnya, Java juga memungkinkan untuk mendeklarasikan variabel. Variabel merupakan satuan dasar penyimpanan dalam program Java. Suatu variabel didefinisikan dengan kombinasi identifier, tipe, dan cakupan. Pada dasarnya ada dua macam tipe variabel data bahasa Java, yakni tipe primitif dan tipe reference.

1. Tipe Data Primitif
Delapan macam tipe data primitif dalam pemrograman Java, yaitu :

a. Integer ( Bilangan Bulat )
        Integer merupakan tipe data numerik yang digunakan apabila tidak berurusan dengan pecahan atau bilangan desimal. Bilangan integer biasanya menggunakan int, dan bukan byte, short maupun long. Bilangan integer juga mengenal nilai positif dan negatif ( signed number ). Tipe data byte dan short hanya digunakan pada aplikasi khusus yang memperhatikan penggunaan memori. Sedangkan long jarang digunakan karena jarang memerlukan bilangan sebesar kapasitas long.

b. Floating Point ( Bilangan Pecahan )
       Floating Point digunakan untuk menangani bilangan desimal atau perhitungan yang lebih detail dibanding integer. Semua bilangan pecahan atau desimal dalam Java tanpa diakhiri huruf f akan dianggap sebagai double. Sedangkan bilangan yang ingin dikategorikan sebagai float harus diakhiri dengan huruf F. Misalnya : 4.22 F atau 2.314f. Sedangkan untuk bilangan double, bisa menambah dengan huruf D, karena secara default bilangan dengan koma atau pecahan atau desimal akan dianggap sebagai double.

c. Char
        Char adalah karakter tunggal yang didefinisikan dengan diawali dan diakhiri dengan tanda ‘ ( petik tunggal ). Char berbeda dengan String, karena String bukan merupakan tipe data primitif, tetapi sudah merupakan sebuah objek. Tipe char mengikuti aturan unicode, sehingga dapat menggunakan kode /u kemudian diikuti bilangan dari 0 sampai 65535, tetapi yang biasa digunakan adalah bilangan heksadesimal dari 0000 sampai FFFF. Misalnya : ‘\u123’ Selain karakter biasa, juga terdapat karakter khusus yang didefinisikan dengan cara mengawalinya menggunakan tanda \ .

d. Boolean
         Dalam Java dikenal tipe data boolean yang terdiri dari dua nilai saja, yaitu true dan false. Boolean sangat penting dalam mengevaluasi suatu kondisi, dan sering digunakan untuk menentukan alur program.

2. Tipe Data Referensi
          Kelebihan pemrograman berorientasi objek adalah dapat mendefinisikan tipe data baru yang merupakan objek dari class tertentu. Tipe data ini digunakan untuk mereferensikan objek atau class tertentu, seperti String.

5. CONTOH PROGRAM SEDERHANA JAVA

A. Source Code Java
Berikut kode untuk HelloWorld.java:
public class HelloWorld
{
public static void main(String[] args)
{
System.out.println("Apa Kabar Dunia?");
}
}
Dan ini sebuah contoh lain, yaitu applet sederhana untuk menampilkan teks di applet. Sebutlah file ini bernama HelloWorldApplet.java:
import java.awt.Graphics;

public class HelloWorldApplet extends java.applet.Applet
{
public void paint(Graphics g)
{
g.drawString("Apa Kabar Dunia?", 5, 25);
}
}

       Secara gamblang dapat diperhatikan bahwa struktur kedua program sangat mirip, dan hanya berbeda dalam konteks eksekusi. setelah kita membahas cara mengkompile dan mengeksekusi program tersebut.
        Perlu diingat bahwa bahasa Java bersifat case sensitive, sehingga Anda harus memperhatikan penggunaan huruf besar dan kecil. Selain itu penulisan source code program tidak harus memperhatikan bentuk tertentu, sehingga Anda bisa saja menuliskan semua baris source code tersebut dalam satu baris asal Anda tidak lupa membubuhkan tanda titik koma (;), atau menuliskan tiap kata dalam satu baris tersendiri. Namun dianjurkan Anda mengikuti layout seperti pada contoh agar program Anda mudah dibaca dan dimengerti. 

B. Kompilasi Java
     Setelah kedua file disave dengan nama HelloWorld.java dan HelloWorldApplet.java, kita akan mengkompile kedua program tersebut dengan perintah:
prompt> javac HelloWorld.java
prompt> javac HelloWorldApplet.java
            Perlu diperhatikan bahwa direktori aktif Anda saat ini adalah direktori tempat Anda meletakkan file-file program tersebut. Anda tetap dapat mengkompile program Anda dari direktori berbeda dengan perintah:
prompt> javac (direktori program)/namafile.java
        Setelah perintah ini selesai, Anda akan melihat bahwa telah tercipta dua buah file .class, yaitu bytecode hasil kompilasi source code kita.

C. Sintaks Program Java
       Sekarang kita akan mencoba membahas elemen-elemen dalam kedua source code tersebut. Pada awal Listing 2 kita menemukan perintah import. Pada tahap awal ini Anda perlu mengetahui bahwa pernyataan tersebut hanya berfungsi mempermudah penulisan metode atau dalam bahasa pemrograman lain disebut prosedur atau fungsi. Jadi Anda hanya perlu menulis Graphics sebagai pengganti java.awt.Graphics, karena kita telah mengimpor java.awt.Graphics.

       Kemudian di masing-masing listing terdapat pernyataan public class. Pernyataan ini adalah pernyataan pembuka sebuah kelas. Kelas sendiri digunakan untuk menciptakan objek. Ingat bahwa Java berorientasi objek. Kata public di depannya berfungsi agar kelas tersebut dapat diakses oleh semua program lain. Untuk saat ini anggaplah objek sebagai suatu item yang dapat dimanipulasi oleh sebuah program. Dalam Listing 2 terdapat tambahan kata extends. Hal ini berarti kelas yang kita buat akan mewarisi sifat-sifat dari kelas yang kita extends. Dengan kata lain kita menjadikan kelas yang kita extends sebagai himpunan bagian dari kelas kita buat.

      Kemudian kita menemukan baris pernyataan public static void main(String[] args) dan public void paint(Graphics g). Keduanya adalah pernyataan pembuka sebuah metode. Metode sendiri adalah kumpulan pernyataan untuk melakukan suatu tugas tertentu dalam kelas. Keduanya sebenarnya mempunyai fungsi yang sama namun dalam konteks yang berbeda. Dalam setiap aplikasi harus ada sebuah metode yang bernama main yang akan dieksekusi pertama kali saat program tersebut dieksekusi. Sementara dalam applet, metode yang pertama kali akan dieksekusi ketika applet diload adalah paint. Kata public di depannya mempunyai fungsi yang sama dengan kata public yang ada di depan baris permulaan kelas. Namun nantinya Anda akan menemukan juga bentuk lain seperti private dan protect yang akan kita bahas nanti.

        Pada Listing 1 terdapat kata static pada pernyataan pembuka metode main. Hal ini berarti metode main tidak mengubah atau menggunakan objek yang diciptakan oleh kelas tersebut, sehingga dapat dikatakan berdiri sendiri dan tidak terikat dengan objek. Dalam metode main dalam aplikasi, parameternya adalah selalu String[] args, di mana args hanyalah sebuah nama dari objek array dari String. Array ini nantinya akan berisi parameter-parameter yang diberikan user sebagai argumen command line. Sementara Anda tidak perlu mengerti mengenai parameter tersebut, cukup diingat bahwa bentuk metode main harus selalu demikian.

       Kemudian di dalam kedua metode pada kedua listing tersebut, kita menemukan sebuah pernyataan. Anda tentu dapat saja meletakkan lebih dari satu pernyataan dalam sebuah metode. Setiap pernyataan dalam sebuah metode dipisahkan oleh titik koma dan akan dieksekusi satu persatu. Kedua pernyataan pada listing ternyata memanggil sebuah metode lain yaitu metode println dan paint. Tentunya dapat Anda perhatikan bahwa untuk memanggil sebuah metode diperlukan tiga komponen yaitu:
  1. Objek yang ingin kita pakai. Dalam hal ini objek System.out dan Graphics g.
  2. Nama metode yang ingin kita pakai. Dalam hal ini println dan paint.
  3. Sepasang tanda kurung yang berisi informasi tambahan yang diperlukan oleh metode yang dipanggil, yaitu parameter.
Dalam Listing 1, pernyataan System.out.println("Apa Kabar Dunia?"); berarti carilah objek out dalam kelas System kemudian panggil metode println dari objek out dengan parameter berupa string "Apa Kabar Dunia?". Sedang dalam Listing 2, pernyataan g.drawString("Apa Kabar Dunia?", 5, 25); berarti carilah objek g kemudian panggil metode drawString pada objek g dengan parameter "Apa Kabar Dunia?”, 5, 25);.